Virus "Here You Have" Menyebar dengan Cara Kuno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • bay.scdsb.on.ca

    bay.scdsb.on.ca

    TEMPO Interaktif, Jakarta - JAKARTA -  Siapa bilang cara lama sudah ditinggalkan. Buktinya, virus "Here you have" justru menyebar dengan cepat melalui cara-cara yang dipikir orang sudah tak mungkin efektif.

    Virus ini menyerang komputer berbasis Windows. Ia menyebar melalui e-mail yang berisi tautan ke sebuah laman situs yang menawarkan berkas PDF atau film porno. Begitu tautan diklik, virus langsung menyebar.

    Banyak orang mengira, cara seperti itu sudah tak mungkin menyebarkan virus. Pasalnya, pemahaman orang tentang tautan mencurigakan dianggap sudah mumpuni untuk menghindari penyebaran virus melalui cara tersebut.

    Tapi apa yang terjadi? Si pembuat virus rupanya tahu, cara kuno masih bisa diandalkan. Buktinya, si virus menyebar dengan luas.

    Saat tautan diklik, virus akan meneruskan e-mail itu ke semua orang yang ada di dalam buku alamat milik penerima e-mail. Dengan cara berantai, ia mampu menginfeksi sistem e-mail sebuah perusahaan.

    Sebagai contoh, si virus berhasil merontokkan sistem e-mail di Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) dan perusahaan besar seperti raksasa bisnis TV kabel, Comcast Corp. Peneliti keamanan komputer mengaku terkejut dengan penyebaran model kuno itu.

    Anda ingat pada 2001? Sebuah virus bernama Anna Kournikova juga menyebar dengan cara yang sama. Si pembuat virus menyadari, pesona petenis cantik itu pasti akan menarik minat. Terbukti, saat tautan yang katanya berisi foto Kournikova diklik, virus langsung menyebar.

    Tak hanya menyebar, si virus  "Here you have" juga mampu mematikan fungsi program antivirus. Pakar keamanan komputer mengatakan virus itu memang bertujuan untuk mencuri informasi penting di dalam komputer.

    "Program jahat itu mengunduh komponen dan tool untuk mengekstraksi password dari peramban seperti Firefox, Internet Explorer, Chrome, dan Opera, klien e-mail, dan berbagai aplikasi.

    "Informasi sensitif yang takkan mungkin Anda bagi kepada orang yang salah," kata Graham Cluley, pakar keamanan dari perusahaan antivirus Sophos.

    DEDDY SINAGA | WSJ


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?