Perubahan Iklim Bantu Ungkap Temuan Benda Sejarah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cap tangan negatif (hand stencils) dari jaman pra sejarah di Gua Bulu Sumi, Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/11). Di gua ini juga telah ditemukan sejumlah lukisan dinding gua berupa gambar babi rusa, sampan dan cap kaki. TEMPO/Zulkarnain

    Cap tangan negatif (hand stencils) dari jaman pra sejarah di Gua Bulu Sumi, Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/11). Di gua ini juga telah ditemukan sejumlah lukisan dinding gua berupa gambar babi rusa, sampan dan cap kaki. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Juvfonna - Perubahan iklim global berhasil membantu menguak temuan sejarah para arkeolog Eropa, berupa alat berburu rusa milik bangsa Viking.

    Pasalnya, gumpalan es super tebal yang menyelubungi alat berburu rusa di di pegunungan Eropa Utara itu mencair lebih cepat. Padahal tim arkeolog selama ini telah berupaya keras mengikis gumpalan tersebut.

    "Luar biasa, ini seperti mesin waktu. Selama berabad-abad, belum pernah saya lihat gumpalan es menjadi sekecil ini," ujar arkeolog asal Denmark pemimpin proyek tersebut, Lars Piloe. Es yang ditemukan mencair itu berada di ketinggian 1.850 meter diatas permukaan laut (6.070 kaki), di wilayah tengah Norwegia.

    Sejak 2006 lalu, para arkeolog tersebut berhasil menemukan alat-alat seperti batangan khusus berburu, busur dan alat panah, bahkan sepatu kulit yang berumur sekitar 3.400 tahun.

    Barang tersebut ditemukan dengan cara mencairkan es yang menggumpal disekitarnya, dari pegunungan Jotunheimen, yang konon dalam mitologi Norse adalah gunung es raksasa.

    Piloe dan dua arkeolog lainnya di area sungai es Juvfonna juga menemukan sebuah tongkat, yang konon dinamakan "tongkat menakutkan" dengan usia sekitar 1.500 tahun. Tongkat itu digunakan untuk menggiring rusa masuk ke dalam target bidik pemanah.

    Tak cuma di Norwegia, di kawasan gletser di Alaska hingga Siberia juga mengalami hal sama. Penemuan jasad salah satu suku pegunungan es di Italia "Otzi" lengkap dengan bekas luka panah yang tertimbun sejak 5.000 tahun lalu pun terkuak berkat perubahan iklim.

    Di area empat musim menurut peneliti Universitas Stanford, California, Patrick Hunt, perubahan iklim mulai terasa sejak 1991. Penemuan Otzi tersebut pun terkuak pada 1991 di gletser pegunungan Alpine.

    "Kami berharap para arkeolog dapat banyak lagi menguak gumpalan es yang menyelubungi benda-benda sejarah," kata Patrick.


    YAHOO | ANGIOLA HARRY


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.