VMware Luncurkan Solusi Email untuk Perusahaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Penyedia solusi virtualisasi VMware Inc, hari ini mengumumkan peluncuran solusi email dan kolaborasi kelas enterprise, Zimbra Collaboration Suite Appliance. Solusi ini disediakan sebagai peranti virtual, dan dirancang untuk platform VMware vSphere. Aplikasi virtual ini diklaim dapat memangkas biaya dan kerumitan manajemen infrastruktur.

    Para pelanggan bisa memilih untuk menjalankan Zimbra Appliance ini di data center mereka sendiri, atau melalui salah satu dari 2.000 mitra VMware vCloud yang menyediakan layanan aplikasi. Sebagai layanan virtual, pelanggan bisa memasang aplikasi ini lebih cepat, hanya dalam hitungan menit, dibanding cara tradisional.

    Melalui model aplikasi virtual, pengguna bisa mengelola kebutuhan email dan kolaborasi dengan sumber daya, biaya dan risiko lebih kecil. Zimbra Appliance juga meningkatkan kemampuan virtualisasi platform VMware vSphere.

    Hasilnya, para pengguna bisa memperbaiki tingkat layanan dengan mengurangi dampak kegagalan sistem maupun saat pemeliharaan. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur keamanan terintegrasi seperti firewall, anti-virus dan anti-spam.

    "Zimbra Collaboration Suite Appliance memberikan email yang aman bagi pelanggan dengan jaminan perlindungan data dalam platform virtualisasi VMware vSphere, dan solusi kolaborasi yang bisa mereka gunakan hanya dalam hitungan menit mulai instalasi sampai bisa memakai inbox hanya kurang dari 10 menit," kata Jim Morrisroe, General Manager Zimbra, melalui siaran persnya hari ini.

    Zimbra Collaboration Suite Appliance telah tersedia saat ini dengan harga mulai US$ 625 untuk setiap lisensi 25 mailbox. Untuk mendapatkan informasi seputar peranti virtual anyar ini, bisa mengunjungi: www.zimbra.com/products.

    DIM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.