Pembuat Antibodi Monoklonal Diganjar Rp 50 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhamad Ali diapit Amin Soebandrio (kiri) dan Founder PT Kalbe Farma Tbk Boenjamin Setiawan di Jakarta, (24/9). ANTARA/Audy Alwi

    Muhamad Ali diapit Amin Soebandrio (kiri) dan Founder PT Kalbe Farma Tbk Boenjamin Setiawan di Jakarta, (24/9). ANTARA/Audy Alwi

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Muhamad Ali, pengajar di Fakultas MIPA dan Peternakan Universitas Mataram berhasil memperoleh penghargaan Young Scientist Award yang diadakan Kementerian Ristek bersama PT. Kalbe Farma.

    Peraih gelar doktor dari Universitas Nagoya, Jepang ini diganjar hadiah Rp 50 juta lantaran berhasil membuat antibodi monoklonal yang mampu "melumpuhkan" virus Hepatitis B, malaria dan HIV. "Antibodi ini bisa menerobos sel dan melumpuhkan virus," kata Ali seusai menerima penghargaan tadi malam.

    Dia menjelaskan, antibodi monoklonal adalah zat yang diproduksi oleh sel gabungan tipe tunggal yang memiliki kekhususan tambahan. Antibodi monoklonal ini dapat mengenali dan mengikat ke antigen yang spesifik, misalnya setiap determinan yang antigen atau bagian dari makromolekul yang dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.

    Ali terdorong untuk membuat penelitian mengenai antibodi monoklonal ini karena kasus malaria dan hepatitis cukup marak di Mataram. "Penyakit ini sering terjadi dan memakan korban," katanya.

    Dia berharap dari antibodi ini dapat diperbanyak vaksin yang mampu melumpuhkan penyakit tersebut. Mengenai hadiah Rp 50 juta yang diterimanya, pria 38 tahun ini mengatakan akan mempersembahkan hadiah tersebut untuk lembaganya.

    Rini K|


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?