Delapan Tanda Kiamat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar dilihat dari Tunggul Arum, Sleman, Yogyakarta, 28 Mei 2006 lalu. Dok.TEMPO/ Arie Basuki

    Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar dilihat dari Tunggul Arum, Sleman, Yogyakarta, 28 Mei 2006 lalu. Dok.TEMPO/ Arie Basuki

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Berbagai kejadian alam bisa dijadikan tanda-tanda kiamat semakin dekat. Para ilmuwan mengidentifikasi potensi semakin dekatnya hari akhir kehidupan itu.

    Berikut adalah delapan potensi kehancuran bagi kehidupan manusia di bumi versi para ilmuwan dan penulis fiksi ilmiah.

    1. Ledakan sinar gamma
    Sinar gamma atau radiasi lain dapat menyebabkan kerusakan pada satelit yang mengorbit planet. Chris DePree, Profesor di Agnes Scott College dan Direktur Observatorium Bradley mengatakan ledakan sinar gamma bisa terjadi ketika supernova meledak.

    Dia memperkirakan, ledakan itu terjadi setiap 30 tahun cahaya dan akan menerbangkan sebagian dari atmosfer bumi, membuat kebakaran global, dan membunuh mayoritas spesies hidup di planet bumi dalam tempo beberapa bulan. "Bahkan bisa mematikan juga untuk makhluk yang hidup ratusan meter di bawah air," katanya.

    2. Menyebarnya virus mematikan
    Dalam buku Directive 51, penulisnya John Barnes menjelaskan bagaimana "virus pikiran" bisa menghancurkan dunia. Virus itu, menurut Barnes, bisa muncul dan menyebar melalui internet. "Dalam beberapa tahun terakhir internet memungkinkan segala sesuatu menyebar dan berkembang dengan cepat," katanya.

    Seorang aeronautika dan profesor astronautika di Universitas Purdue, Barrett Caldwell menyamakan virus internet ini dengan "penyakit psikogenik massal". "Virus" tersebut mampu menginfeksi siapa saja, tua-muda, sampai mereka yang terisolasi," katanya.

    3. Pembalikan kutub
    Setiap beberapa ratus ribu tahun, magnet bumi yang terdapat di wilayah kutub berbalik. Seth Shostak, seorang astronom senior di Institut SETI mengatakan pembalikan magnet pada kutub bumi bisa terjadi karena pengaruh partikel atom dari ruang angkasa.

    4. Alam semesta terus berkembang dan meluas
    Karena bumi mengembang lebih cepat dan luas, bintang-bintang akan bergerak lebih jauh satu sama lain. Pada saat itu, tidak ada proton atau elektron yang berada di alam semesta, sehingga tidak ada interaksi melalui gaya kuat-lemah atau tidak ada gelombang elektromagnetik. Singkatnya, semua materi akan terbang dan terpisah.

    5. Percobaan ilmiah yang kebablasan
    Ilmuwan McQuade pernah mengkritisi percobaan modern yang dilakukan di Large Hadron Collider di Swiss. Di tempat itu, para peneliti mencari tanda-tanda big-bang atau kiamat. "Mereka melakukan uji coba dengan membebaskan energi dan berisiko menghasilkan ledakan besar," katanya.

    6. Letusan gunung berapi.
    Sekitar 73 ribu tahun lalu sebuah gunung super besar di kawasan Asia Tenggara meletus sampai menjadikan wilayah India seperti lautan abu. Ketika itu, musim dingin vulkaning berlangsung selama dua dekade dan menyapu 75 persen umat manusia di dunia.

    Saat ini masih ada enam buah gunung yang diperkirakan bakal membuat "letusan" super. Lima terletak di Amerika Serikat, diantaranya di Wyoming, Long Valley, California, dan Valles Caldera, NM dan satu di bawah Taman Nasional Yellowstone.

    7. Komputer mengambil alih seluruh aktivitas manusia
    Teknologi komputer semakin maju dan semakin lama bukan mustahil mesin-mesinlah yang akan mengambil alih seluruh aktivitas manusia, seperti yang terjadi dalam film Terminator.

    8. Wabah flu dan batuk
    Flu dan batuk ditengarai menjadi penyakit menular yang paling cepat persebarannya.

    Foxnews|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.