Kuda Nil Pink dari Kenya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuda nil berwarna pink di Taman Nasional Masai Mara, Kenya. (Telegraph)

    Kuda nil berwarna pink di Taman Nasional Masai Mara, Kenya. (Telegraph)

    TEMPO Interaktif, Masai Mara - Ini bukan kuda nil yang sedang kasmaran atau sedang kena demam hari Valentine. Kuda nil ini ditemukan di Taman Nasional Masai Mara, Kenya. Will dan Matt Burrard-Lucas yang mengunjungi taman itu mengabadikannya.

    "Penunjuk jalan kami menceritakan bahwa mereka mendengar rumor ada kuda nil langka," kata Will, petualang berusia 26 tahun itu. Tapi, sang penunjuk jalan tak pernah melihat kuda nil tersebut.

    Mereka pun coba mencari tahu dengan masuk ke taman nasinal itu. Suatu pagi saat mereka sedang berhenti untuk sarapan di dekat Sungai Mara. Tiba-tiba mereka dikejutkan pemandangan ajaib: sebuah kuda nil berwarna pink muncul.

    Dua bersaudara itu pun kaget. Mereka mengamati dengan seksama, ternyata kuda nil itu bukan albino. Dia hanya mengalami hal yang disebut leucistic. Ini adalah keadaan dimana pigmentasi atau warna dari binatang itu berkurang.

    Hewan yang mengalami leucistic umumnya tidak bisa bertahan di alam liar karena mereka gampang terlihat oleh musuh-musuh mereka. Tapi, kuda nil ini bisa bertahan hidup karena tubuhnya cukup besar untuk menangkis penyerang. Dia juga menggunakan keringat sebagai tabir surya.

    "Kuda nil pink ini sangat pemalu. Dia juga masih muda. Selalu ingin dekat dengan ibunya," kata Will.

    TELEGRAPH | BS



    BERITA TERPOPULER LAINNYA:

    Meski Usia 52 Tahun, Madonna Tetap Penggoda

    Kisah Nahas Sopir di Tengah Tawuran Ampera

    Kuda Nil Pink dari Kenya 

    Tendangan Penalti Maradona Menghasilkan Rp 4,4 Miliar 

    Bomber Sepeda, Teroris yang Kesepian

    Taufiq Kiemas Keliru Bacakan Sila Kelima di Peringatan Hari Pancasila 

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.