Kebanjiran Pengunjung, Kaskus Tidak Bisa Diakses

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Founder Kaskus Networks, Andrew Darwis. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Founder Kaskus Networks, Andrew Darwis. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Situs forum Kaskus tidak bisa diakses sejak tadi malam. Menurut Direktur Utama PT Darta Media Indonesia, perusahaan pengelola Kaskus, Ken Dean Lawadinata, Kaskus tidak bisa diakses karena adanya perbaikan di peranti lunak dan keras mereka.

    “Harusnya sudah selesai pagi ini, tapi ada kesalahan di hardware jadi delay,” katanya kepada Tempo, Senin (4/10). Perawatan itu, dia melanjutkan, merupakan reaksi atas membludaknya pengunjung kaskus.

    Forum internet terbesar di Indonesia itu memiliki lebih dari 2,1 juta anggota. Namun, menurut Ken, pengunjung aktualnya lebih dari angka itu, sekitar 15 juta per bulan. Angka pengunjung yang tidak mendaftar sebagai member ini melonjak jauh jauh dari kisaran 9-10 juta di awal tahun, atau naik sekitar 40 persen.

    Lonjakan pengunjung ini disokong oleh naiknya transaksi di Forum Jual Beli, yang menyumbang lebih dari separuh kenaikan pengunjung. “Persiapan hardware kami tidak cukup,” ujar Ken. Maka, sejak tadi malam, manajemen melakukan penambahan kapasitas. “Software ditambah 2 sampai 2,5 kali lipat, agar ada ruang untuk pertumbuhan pengunjung,” kata Ken.

    Ken mengatakan perbaikan sistem akan rampung dalam hitungan jam. “Kami harapkan sore ini Kaskus sudah bisa aktif lagi,” katanya.

    Berdiri sejak 1999, Kaskus berawal dari tugas Andrew Darwis dan dua rekannya saat kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Dari komunikasi kecil, situs yang namanya diambil dari kasak-kusuk itu berkembang jadi situs raksasa tanah air. Saban hari jutaan pengunjung mengirim lebih dari 15 juta posting di situs yang beralamat kaskus.us itu.

    REZA M


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?