Dunia Hadapi Krisis Air

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sungai Citarum di Kabupaten Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sungai Citarum di Kabupaten Bandung. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Air sungai yang mengalir di berbagai negara di dunia semakin menurun kualitasnya. Berdasarkan laporan yang dimuat di jurnal Nature, 80 persen populasi dunia atau sekitar 5 miliar orang menggantungkan hidupnya pada air sungai.

    Studi tentang kondisi air sungai yang dilakukan Peter McIntyre dari University of Michigan ini menemukan menurunnya kualitas air sungai disebabkan polusi dan kebijakan yang keliru mengenai pengelolaan aliran sungai.

    "Dalam dunia industri, strategi pengelolaan air lebih ditekankan untuk menambal masalah ketimbang mencari penyebabnya," kata McIntyre.

    Di Amerika Serikat misalnya, dasar Sungai terlihat sudah penuh dengan polutan dan lapisan lumpur sepanjang 2.320 mil. Kondisi yang lebih parah terjadi di sungai Grande Rio yang sudah masuk daftar sungai yang terancam punah versi WWF. Sementara aliran sungai Colorado diperkirakan tak akan sampai ke laut dalam beberapa tahun mendatang karena terjadi pendangkalan.

    "Jika Anda ingin mengelola sumber daya air yang lebih baik, Anda harus bersama-sama mengelola sekaligus melindungi keanekaragaman hayati di dalamnya," ujar McIntyre.

    Dia memperkirakan sampai 2050, sebanyak 9 miliar penduduk dunia akan sangat tergantung dengan sumber daya air untuk menopang kehidupan sehari-hari.

    Foxnews|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?