Gadget Picu Ledakan Data

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Gadget atau perangkat elektronik akan menjadi pemicu utama ledakan data yang sangat signifikan dalam waktu ke depan. Peristiwa ledakan data itu akan terjadi di seluruh dunia seiring dengan penggunaan perangkat elektronik yang semakin banyak.

    Chief Architec EMC Corporation Sal Fernando mengatakan pertumbuhan pengguna bandwith secara keseluruhan di dunia cukup besar. Data IDC digital universe study yang disponsori EMC menyebutkan tahun lalu peningkatan data teknologi informatika mencapai 62 persen. Angkanya mencapai 0,8 Zettabite dan tahun 2020 diprediksi mencapai 35,2 zettabite.
    Zettabite adalah ukuran data diatas 1 triliun bita.

    Untuk tahun 2010 diperkirakan akan mencapai 1,2 zettabita atau setara dengan 75 miliar iPad dengan kapasitas 16 gigabita yang terisi penuh.

    Jika di dunia peningkatan konsumsi data mencapai 62 persen, data di Indonesia ternyata lebih besar yakni 80 persen. "Faktor utamanya adalah gadget, di Indonesia kita lihat berapa banyak ponsel dan pengguna muda internet dengan ponsel atau gadget," ujar Fernando kepada wartawan di Hotel Four Season, hari ini.

    Selain gadget yang paling utama mendongkrak konsumsi data, peralatan lain yang juga menyumbang konsumsi data seperti perangkat medis, video surveillance, perangkat canggih untuk gedung modern, sampai perangkat IT non tradisional.

    Dengan tingginya konsumsi data, diperlukan lebih banyak penyimpan data yang berkapasitas besar. Namun tentunya hal ini membutuhkan biaya mahal. Karenanya teknologi cloud computing mempunyai peran besar dalam penyimpanan data organisasi. Seperti yang ditawarkan perusahaan ini.

    Untuk tahun depan dengan kondisi teknologi informatika Indonesia saat ini dia belum memastikan angka pertumbuhan konsumsi datanya. "Yang pasti akan terus tumbuh, tetapi agak sulit memprediksikannya," ujar Fernando.

    Country Manager EMC Indonesia Adi Rusli mengatakan konsumsi data yang menyumbang ledakan data tidak hanya berasal dari data perusahaan. Tetapi juga data pribadi karyawan. "Tak kurang 30-40 persen data pribadi tersimpan di data perusahaan, sehingga perusahaan pun juga harus ikut mengaturnya," ujar Adi.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.