Twitter Mengejar Satu Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan baru Twitter

    Tampilan baru Twitter

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Target situs microblogging Twitter.com tak main-main. Satu miliar diperkirakan akan menjadi angka pengguna situs tersebut.

    Target ini dikemukakan oleh Evan Williams, salah satu pendiri Twitter, di San Francisco pada pekan ini. Saat ini jumlah pengguna Twitter sudah mencapai 165 juta orang. Memang masih jauh bila dibanding Facebook, yang sudah melebihi angka setengah miliar.

    Williams sendiri kini sudah mundur dari jabatannya selaku CEO. Namun, meski tampuk kepemimpinan berganti, pengamat menilai target 1 miliar wajar-wajar saja. Ini bila membandingkan dengan pertumbuhannya yang tinggi sejak didirikan pada 2008.

    Zeus Kerravala dari lembaga riset Yankee Group Research mengatakan angka itu memungkinkan. "Satu miliar kelihatan agresif. Tapi, menurut saya, seiring dengan waktu, jejaring sosial akan menggantikan e-mail sebagai alat komunikasi yang populer," kata Kerravala.

    Satu miliar, kata Kerravala, tak jauh dari jangkauan. "Orang-orang muda akan memilih Twitter dan Facebook daripada e-mail." E-mail akan menjadi alat yang ketinggalan zaman.

    "Lima tahun ke depan, murid sekolah menengah akan memasuki perguruan tinggi dan kita akan melihat kemunduran alat komunikasi yang ketinggalan zaman, seperti e-mail dan ponsel," kata Kerravala. "Twitter bisa menjangkau ribuan orang dalam sekali kirim."

    Di samping memasang target, Twitter melakukan perubahan besar dalam perwajahannya. Kita akan menyaksikan fitur-fitur seperti @mentions, retweets, pencarian, dan list di atas timeline. Ini menghasilkan tampilan tunggal di sisi kiri layar.

    Di kanan layar, kita bisa menyaksikan fitur-fitur yang akrab, seperti siapa yang kita ikuti dan siapa yang sedang mengikuti kita. Termasuk pula favorit dan topik yang sedang tren.

    Twitter juga mempermudah penggunanya mencantelkan foto dan video secara langsung di Twitter. Jejaring sosial ini telah menjalin kerja sama dengan jejaring foto dan video, seperti DailyBooth, DevianART, Etsy, Flickr, Justin. TV, Kickstarter, Kiva, Photozou, Plixi, Twitgoo, TwitPic, TwitVid, USTREAM, Vimeo, yfrog, dan YouTube.

    Twitter juga menambahkan konten yang bertalian dengan kebutuhan. Misalnya, saat pengguna mengklik sebuah tweet, sebuah panel yang mendetail akan memperlihatkan tambahan informasi yang bertalian dengan penulis atau topik yang dibicarakan.

    Meski bergantung pada konten tweet itu sendiri, pengguna akan mendapati panel tentang @replies, tweet lain yang berasal dari pengguna yang sama, peta yang menggambarkan dari mana tweet itu dikirimkan, dan sebagainya.

    Ada pula sebuah profil mini. Pengguna bisa mengklik @username untuk melihat profil mini tanpa perlu keluar dari halaman tersebut. Ini berbeda dengan cara yang lama. Alhasil, pengguna akan mendapat akses yang lebih cepat ke informasi akun, termasuk biografi dan tweet teranyar dari profil itu.

    Perubahan wajah ini akan diuji coba sampai beberapa pekan ke depan dan tiap-tiap pengguna akan mendapati halaman Twitter mereka berubah. Selama masa ini, pengguna Twitter bisa kembali ke versi lama atau dari versi lama ke versi yang baru untuk merasakan pengalaman dengan wajah baru tersebut.

    Wajah baru ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang aplikasi pihak ketiga, yang banyak digandeng oleh Twitter dalam memberi pelayanannya. "Risiko pada akhirnya selalu ditanggung oleh para pengembang," kata Michael Hussey, CEO PeekYou, mesin pencarian orang yang memiliki database lebih dari 230 juta.

    Menurut Hussey, perubahan wajah ini dilakukan lebih bertujuan meraup lebih banyak pengguna. "Ketimbang menghasilkan halaman yang bernilai bagi pengembang pihak ketiga," ujarnya.

     DEDDY SINAGA | TWITTER | AFTERDAWN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?