Samsung Galaxy Tablet Dirilis Akhir Bulan Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Samsung Galaxy S (kiri) dan Samsung Galaxy Tab

    Samsung Galaxy S (kiri) dan Samsung Galaxy Tab

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Samsung Indonesia akan merilis Samsung Galaxy Tablet akhir bulan ini. Paling tidak pada 30 Oktober mendatang, komputer tablet dari Samsung ini sudah  dapat menyapa para penggemar gadget di tanah air.

    Head of marketing HHP Business, Samsung Electronics Indonesia Eka Anwar mengatakan Samsung sudah siap menjual produk tabletnya itu. "Akhir bulan dengan harga khusus," ujar Eka dalam wawancara terbatas di Ritz Carlton , hari ini, Selasa (19/10).

    Namun Eka belum bersedia menyebut berapa unit Galaxy tablet akan disediakan untuk konsumen Indonesia. "Kami sediakan dalam jumlah yang cukup," kata Eka.

    Galaxy Tablet ini mempunyai layar 7 inci, lebih kecil dari iPad namun lebih besar dari Galaxy S dan Dell Streak. Gadget anyar ini telah dibenami teknologi Android Froyo, 2,2 dan bisa diupgrade ke ginger bread.

    Soal harga, Eka menyebut tak akan jauh dengan Samsung Galaxy S. Untuk strategi marketing pun nantinya dimungkinkan ada reposisi. Saat ini Samsung Galaxy S berkisar antara Rp 6,3 juta hingga Rp 6,4 juta.

    Untuk meluncurkan produk ini, Samsung menggandeng PT Indosat Tbk dalam layanan datanya. Alasannya Samsung Galaxy Tablet ini juga bisa digunakan untuk menelpon dan gadget berplatform android Froyo 2,2 ini juga haus koneksi data. Juga dilengkapi konektivitas dari 2G,3G, Wi-Fi dan Bluetooth. "Ini juga salah satu keunggulan Galaxy Tab," ujarnya.

    Eka optimistis Galaxy Tablet bakal sukses di pasaran. Menurutnya produk tersebut mempunyai banyak keunggulan dibandingkan iPad. "IPad memang keluar lebih dulu, tetapi kami punya banyak hal, salah satunya bisa untuk menelpon dengan handset," ujar Eka.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.