Steve Jobs Ejek Komputer Tablet Penantang iPad  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Apple Inc. Steve Jobs

    CEO Apple Inc. Steve Jobs

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Datangnya rival-rival baru iPad, membuat CEO Apple Inc. Steve Jobs angkat suara. Dia bilang, komputer-komputer tablet pesaing iPad yang datang dengan layar 7 inci akan mati sebelum berkembang. Layar 7 inci, Jobs menambahkan, tak nyaman untuk ukuran jari orang normal. Orang akan sulit menyentuh ikon pada ukuran itu.

    "Apple telah intensif melakukan penelitian dan amat paham soal ini," kata Jobs. "Ada batas minimum untuk nyaman, itulah sebahnya kami membuat ukuran 10 inci, layar minimum untuk merasakan hebatnya aplikasi."

    Bulan ini memang pertempuran melawan iPad sudah dimulai. Di Indonesia, awal Oktober sudah ada dua penantang iPad yang diluncurkan, yakni Dell Streak keluaran Dell dan Samsung Galaxy Tab. Keduanya adalah tablet ukuran 7 inci dan dilengkapi dengan koneksi 3G yang bisa dipakai untuk berinternet atau bertelepon. Harganya, sekitar Rp 6 jutaan. (Baca: Samsung Galaxy Tablet Dirilis Akhir Bulan Ini

    Itulah yang dikritik Jobs. "Tak ada komputer tablet yang yang bisa bersaing dengan ponsel pintar." Ponsel pintar, kata Jobs, punya pasar sendiri, bisa dimasukkan ke saku tapi juga punya kenikmatan layar sentuh.

    Jobs sendiri yakin tetap akan bisa mengalahkan Google yang mendukung penuh ponsel dan komputer tablet Android. Apple membukukan pendapatan US$ 20,3 miliar (Rp 182,7 triliun). "Produk inovatif kami direspon dengan sangat luar biasa oleh para pelanggan," Peter Oppenheimer, Chief Financial Officer Apple Inc. Dia menambhakan pada kuartal lalu Apple berhasil menjual 14,1 juta unit dan tumbuh 91 persen. Wow.


    CNET | MASHABLE | WARC | BURHAN



    BERITA TERKAIT:

    Galaxy Tab Segera Mendarat di Jakarta 

    Samsung Galaxy Tablet Dirilis Akhir Bulan Ini


    Dell Streak Mendarat di Indonesia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.