Ditemukan Monyet Hidung Pesek di Myanmar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monyet berhidung pesek (Foto: Reuters)

    Monyet berhidung pesek (Foto: Reuters)

    TEMPO Interaktif, Naypyidaw - Sebuah tim ahli primata internasional menemukan spesies baru monyet di wilayah hutan terpencil di Myanmar Utara. Seekor kera hidung pesek dan berbulu lebat ini diberi nama Rhinopithecus Strykeri.

    Informasi awal mengenai keberadaan monyet hidung pesek ini berasal dari para pemburu lokal yang melaporkan adanya jenis monyet dengan bibir yang sangat menonjol dan lubang hidung lebar. Mereka mengatakan melihat spesies itu di wilayah Himalaya timur hingga timur laut Negara Bagian Kachin.

    Thomas Geissmann, ahli biologi dari Universitas Zurich-Irchel yang memberikan gambaran taksonomi monyet tersebut mengatakan monyet hidung pesek memiliki bulu berwarna hitam di hampir seluruh tubuhnya. Ada pula bulu berwarna putih di yang menjuntai di bagian dahi, dagu dan area perineum atau di sekitar alat kelamin, serta memiliki ekor yang panjangnya satu setengah kali panjang badannya.

    Disematkannya kata Strykeri pada nama latinnya Rhinopithecus Strykeri, menurut Geissmann, untuk menghormati Jon Stryker, Pendiri Yayasan Arcus yang mendukung proyek tersebut. Namun dalam dialek lokal, monyet itu ternyata sudah punya nama sendiri, yakni Mey Nwoah yang artinya "monyet berwajah terbalik".

    Menurut warga sekitar, monyet tersebut mudah dijumpai ketika musim hujan. Saat air hujan turun, hidung pesek monyet yang bentuknya sedikit menengadah ke atas sering kemasukan air hingga membuatnya bersin. Untuk menghindari kemasukan air hujan, monyet ini sering kali duduk dengan kepala terselip di antara lutut.

    Frank Momberg, Koordinator Fauna & Flora Internasional untuk kawasan Asia Pasifik mengatakan spesies ini memiliki habitat di daerah Sungai Maw dengan area distribusi sekitar 270 kilometer persegi. Populasinya juga diperkirakan tidak banyak, hanya 260-330 ekor, oleh karenanya spesies ini termasuk fauna yang terancam punah.

    Secara geografis, monyet ini terisolasi dari jenis monyet lainnya karena habitatnya dikelilingi Sungai Mekong dan Sungai Salween. Pada musim panas, sekitar Mei hingga Oktober, monyet ini bermukim di daratan tinggi dan hutan beriklim campuran. Sementara pada musim dingin mereka baru turun dan mulai mendekat ke desa setempat untuk mencari makanan.

    Sejumlah monyet hidung pesek juga pernah ditemukan di wilayah Cina dan Vietnam. Namun baru kali ini didapati spesies monyet hidung pesek di Myanmar. Seluruh jenis monyet hidung pesek dinyatakan terancam punah karena perburuan, tergusurnya tempat hidup mereka akibat pembalakan liar, dan perubahan iklim.

    Para ahli biologi yang dipimpin Ngwe Lwin dari Biodiversity And Nature Conservation Association Myanmar didukung tim internasional ahli primata dari Fauna & Flora International (FFI) dan People Resources and Biodiversity Foundation menemukan spesies baru pada awal tahun ini dan telah ditulis dalam American Journal of Primatologi.

    ScienceDaily|Reuters|Rini K|


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?