Windows 7 Terjual 240 Juta Kopi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Microsoft mengklaim penjualan peranti lunak Windows 7 telah mencapai angka penjualan yang mengesankan, yakni mencapai 240 juta kopi dengan total 1,2 miliar pengguna sistem operasi windows di seluruh dunia.

    "Terima kasih, sungguh tahun yang membahagiakan sejak Windows 7 meluncur," ujar Corporate Vice President Windows Consumer Microsoft Corporation Brad Brooks, disela-sela penandatanganan kerjasama Microsoft dengan Plasa.com di Ritz Carlton, hari ini.

    Brooks mengatakan Windows 7 ini sangat membantu pengguna dalam melaksanakan tugas-tugasnya karena bekerja lebih cepat dan melebihi kemampuan yang diinginkan. Dia mengatakan kepuasan para pelanggan terhadap piranti lunak ini mencapai 94 persen.

    Menurutnya minggu lalu lebih dari 88 persen perusahaan sedang melakuan uji coba platform windows di perusahaan mereka. "Kepuasan pelanggan Microsoft tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Brook lagi.

    Dengan piranti lunak ini, Microsoft juga akan mengembangkan inovasi untuk mendapatkan kepuasan pelanggan lebih besar. Mereka berencana menjadikan windows 7 lebih personal.

    Brooks juga mengatakan Microsoft baru saja merilis Windows Live Essentials 2011 dan versi beta Internet Explorer 9. Versi Beta dari Internet Explorer 9 ini, kata dia, bahkan sudah diunduh 6 juta kali per 1 Oktober lalu. "Kami menginginkan pengguna memiliki pengalaman PC dan cloud terbaik," ujarnya.

    Dia mengklaim untuk cloud, Windows Live merupakan produk terbaik untuk konsumen supaya dapat menikmati berbagai layanan seperti mengelola foto, membuat video, memeriksa email, menggunakan instant messaging, menulis posting blog dan sebagainya.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?