Steve Jobs Mestinya Jadi CEO Google  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bos Apple Inc. Steve Jobs meluncurkan ponsel terbarunya, iPhone 4 (Reuters)

    Bos Apple Inc. Steve Jobs meluncurkan ponsel terbarunya, iPhone 4 (Reuters)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pendiri situs pencarian Google, Larry Page dan Sergey Brin sebenarnya ingin Steve Jobs menjadi Chief Executive Officer (CEO) pertama perusahaan tersebut.

    Menurut dokumentasi Bloomberg mengenai 'pemimpin paling berpengaruh" yang dikutip situs appleinsider, setelah mewawancarai lusinan kandidat untuk menjadi nahkoda pada masa-masa awal berdirinya daring pencari itu, Page dan Brin menemui Jobs -yang kini menjadi CEO Apple. Inc- seseorang yang menurut mereka layak disebut 'pahlawan' dan pantas menduduki posisi teratas di perusahaan tersebut.

    Nampaknya, keinginan untuk menjadikan Jobs sebagai CEO terganjal ketika mereka menemui investor John Doerr. Entah apa yang terjadi dalam pertemuan itu. Namun akhirnya Page dan Brin menempatkan Eric Schmidt sebagai CEO pada 2001.

    Lima tahun kemudian Schmidt didapuk menjadi Dewan Pengurus Apple. Lantaran konflik kepentingan, pada 2009 dia mengundurkan diri dari Apple. Konflik yang dimaksud adalah lahirnya sistem operasi Google Android yang dianggap telah memasuki ranah bisnis Apple.

    "Eric telah menjadi anggota dewan yang sangat baik untuk Apple," kata Jobs. "Dia telah menanamkan waktu, bakat, semangat dan kebijaksanaan dalam keberhasilan Apple."

    Meskipun Apple dan Google mencoba mempertahankan hubungan yang harmonis selama bertahun-tahun, ketegangan antara kedua perusahaan teknologi itu kini kian terungkap ke permukaan. Padahal dahulu, Brin dan Page sering 'main' ke markas Apple di Cupertino, California. Kedatangan mereka saat itu disambut baik Jobs dan menganggap mereka sebagai mentornya. Jobs kemudian merasa dikhianati gara-Google membuat sistem operasi Android.

    Appleinsider|Rini K
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?