NASA Temukan Bukti Baru Soal Kehidupan di Mars  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • foto: AP

    foto: AP

    TEMPO Interaktif, Para Ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) belum menemukan air dalam bentuk cair di planet Mars. Namun dalam penelitian terbaru, para iluwan ini telah menemukan sebuah bukti baru yang menunjukkan bahwa air telah membentuk kehidupan di Mars. 

    Temuan baru ini ditemukan setelah robot penjelajah Mars Rover Spirit terjebak di dalam tanah yang basah di planet merah itu pada awal tahun ini. Para astronom sangat gembira dengan penemuan terbaru ini, menurut mereka ini membuktikan bahwa air telah membentuk kehidupan di Mars lebih baru dibandingkan perkiraan sebelumnya. 

    "Air dalam bentuk cair dan kehidupan adalah suatu kesatuan," kata Ray Arvidson, ilmuwan Washington University yang terlibat proyek ini di St Louis seperti yang dikutip dari laman Telegraph pada (29/10) waktu setempat.

    Sebelumnya, para ilmuwan yakin air di planet merah itu telah membentuk kehidupan satu miliar tahun yang lalau, tapi dengan temuan baru ini cairan terbentuk pada beberapa ratus tahun yang lalu. Hasil penelitian NASA terbaru yang dirilis di Journal of Geophysical Research ini menyimpulkan kemungkinan cairan terbentuk dari salju yang mencair kemudian menetes ke bawah permukaan. 

    Dalam bentukan yang diduga dari air itu terkandung mineral seperti silika dan gypsum. Sedangkan sulfat besi yang lebih larut juga dibawa turun oleh air, tapi tak satu pun dari mineral ini terungkap di permukaan yang tertutup pasir dan debu. "Pada sistem bumi, hidrotermal memberikan kondisi lingkungan, air, nutrisi dan sumber energi yang diperlukan untuk mempertahankan komunitas mikroba yang kuat," kata tim NASA yang berbasis di Pasadena, California.

    Menurut NASA, penjelajah Mars Rover Spirit terjebak pada bulan April tahun lalu ketika roda kiri menembus kerak permukaan yang disebut "Troy" dan jatuh ke pasir yang lembut di bawah ini. Tanah yang terpapar oleh roda Rover Spirit membawa petunjuk bahwa Mars masih basah. Rembesan itu bisa terjadi saat terjadi perubahan iklim di Mars, ketika planet merah itu jauh dari porosnya.

    PGR 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?