Peluncuran Discovery Kembali Tertunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang disiarkan REUTERS 10/9), memperlihatkan pesawat ulak alik Discovery dengan latar belakang bumi, setelah lepas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional tersebut. Foto: REUTERS/NASA

    Foto yang disiarkan REUTERS 10/9), memperlihatkan pesawat ulak alik Discovery dengan latar belakang bumi, setelah lepas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional tersebut. Foto: REUTERS/NASA

    TEMPO Interaktif, Cape Canaveral - Peluncuran pesawat ulang-alik Discovery kembali ditunda, kali ini karena masalah listrik. Badan antariksa Amerika, NASA, Selasa petang memutuskan untuk memundurkan jadwal peluncuran hingga Kamis. Keputusan itu diambil kurang dari 24 jam sebelum pesawat dijadwalkan meluncur pada hari Rabu.

    NASA hanya memiliki waktu sampai Minggu, atau paling lambat Senin, untuk meluncurkan Discovery menuju Stasiun Antariksa Internasional. Jika batas waktu itu terlampaui, Discovery harus menunggu hingga Desember karena sudut matahari.

    Ini adalah penundaan peluncuran Discovery yang kedua. Sebelumnya, kebocoran gas menyebabkan rencana peluncuran pesawat ulang-alik itu ditunda hingga dua hari. “Discovery mengalami banyak masalah,” kata direktur peluncuran Mike Leinbach. “Dia membuat kami menghadapi berbagai masalah, tapi tidak apa-apa. Dia akan terbang dengan sempurna.”

    Kondisi cuaca diperkirakan juga membuat Discovery makin lama berada di landasan peluncuran. Ramalan cuaca memperkirakan ada peluang hujan turun pada Kamis petang sebesar 70 persen. Hujan itu kemungkinan juga disertai petir sehingga berpotensi menghalangi peluncuran pesawat ulang-alik.

    Masalah listrik yang dialami Discovery baru diketahui Selada pagi. Pengendali cadangan untuk salah satu dari tiga mesin utama pesawat tersebut macet ketika dinyalakan. Akhirnya diketahui adanya ketidakstabilan voltase sehingga manajer misi memutuskan untuk menghentikan penghitungan mundur karena mereka perlu waktu untuk mengetahui penyebab masalah itu.

    Setiap mesin utama pesawat ulang-alik mempunyai pengendali terkomputerisasi baik primer maupun cadangan. Pengendali itu berfungsi sebagai otak elektronik mesin, bagian penting yang harus bekerja sempurna sebelum pesawat ulang alik memperoleh lampu hijau untuk meluncur ke antariksa.

    Mike Moses, ketua tim manajemen misi prapeluncuran mengatakan ada debu atau serpihan yang menghalangi pemutus arus listrik melakukan kontak. Para insinyur ingin memastikan hal itu sebagai satu-satunya penyebab masalah voltase dan problem itu tidak bertambah buruk sehingga meningkatkan risiko peluncuran.

    Moses dan timnya akan mendiskusikan apakah Discovery aman untuk diluncurkan Kamis atau masih memerlukan perbaikan tambahan. Bila masih ada masalah, peluncuran terpaksa diundur hingga Desember. “Kami ingin mengatakan kami tak akan terbang bila ada risiko yang tak diketahui, dan saat ini risiko tersebut masih belum terungkap jelas,” kata Moses. “Kami perlu beberapa hari lagi untuk mengenalinya secara menyeluruh.” 

    AP | TJANDRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?