Tampang Tua Bukan Berarti Tak Sehat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Toronto - Meski banyak orang dewasa rela melakukan apa saja untuk mencegah mereka terlihat lebih tua daripada usia sebenarnya, riset yang dilakukan St. Michael's Hospital, rumah sakit riset di Toronto, Kanada, memperlihatkan bahwa terlihat lebih tua bukanlah tanda kesehatan yang buruk.

    Studi itu menunjukkan bahwa seseorang harus terlihat sedikitnya 10 tahun lebih tua daripada usia sebenarnya sebelum asumsi terhadap kesehatan mereka dapat ditetapkan. "Sedikit orang yang sadar, ketika dokter menggambarkan pasiennya kepada dokter lain, mereka kerap menaksir apakah pasien tersebut tampak lebih tua daripada usia sebenarnya," kata Dr Stephen Hwang, ilmuwan riset di St. Michael's Hospital dan dosen di University of Toronto. "Praktek medis yang telah lama dilakukan itu mengasumsikan bahwa orang yang terlihat lebih tua daripada usia sebenarnya kemungkinan besar dalam kondisi kesehatan yang buruk, tapi studi kami menunjukkan hal itu tidak selalu benar."

    Bagi pasien, terlihat lebih tua beberapa tahun tidak selalu mengindikasikan buruknya status kesehatan mereka. Studi itu menemukan bahwa, ketika seorang dokter mengukur apakah pasiennya tampak lebih tua dari usia sesungguhnya, prediksi apakah pasiennya memiliki kesehatan yang buruk hanya bernilai kecil. Namun, ketika dokter menganggap orang itu terlihat 10 tahun lebih tua atau lebih, prediksi bahwa orang itu kesehatan fisik atau mentalnya sangat buruk 99 persen tepat.

    "Para dokter mengasumsikan bahwa penaksiran tentang berapa tua tampang seseorang memiliki nilai diagnostik," kata Dr Hwang. "Kami sangat terkejut menemukan bahwa orang harus terlihat lebih tua satu dasawarsa sebelum hal itu dapat dianggap sebagai tanda yang dapat dipercaya. Ternyata banyak orang yang tampangnya sesuai dengan usianya justru berada dalam kondisi kesehatan yang buruk. Dokter harus ingat bahwa, sekalipun pasien terlihat sesuai dengan usianya, kami tak boleh mengasumsikan kesehatannya baik-baik saja."

    SCIENCEDAILY | TJANDRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?