Geolog Jepang Pasang Tiga Infrasonik untuk Pantau Merapi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Merapi mengeluarkan material abu vulkanik. (AP Photo)

    Gunung Merapi mengeluarkan material abu vulkanik. (AP Photo)

    TEMPO Interaktif, Yogyakarta - Pemantauan aktivitas Gunung Merapi ditambah dengan alat yang disebut infrasonik. Yaitu berupa mikrofon yang bisa menangkap suara aktivitas Merapi. Geolog asal Jepang memberikan batuan tiga mikrofon dan selalu memantau keberadaan dan fungsi mikrofon tersebut.


    Mikrofon infrasonik tersebut dipasang untuk mempertajam pantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan memperoleh grafik aktivitas gunung dengan lebih baik.

    “Selama ini yang terjadi di lapangan, petugas pengamatan tidak mendengar suara letusan, dengan mikrofon itu bisa diperoleh grafik data yang lebih akurat,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono, di Yogyakarta, Jumat (12/11).

    Dijelaskan, mikrofon tersebut mampu menangkap gelombang tekanan udara yang ditimbulkan oleh letusan Gunung Merapi. Sehingga pengamatan aktivitas Gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu tidak hanya berdasarkan pengamatan visual dan alat-alat pada seismometer.

    Selanjutnya, data yang masuk akan dianalisis sebagai data statistik tambahan yang akurat soal aktivitas dan jumlah letusan Merapi. Mikrofon tersebut dipasang di luar zona 20 kilometer dari puncak Merapi.
    .
    “Selain di Merapi juga dipasang di Gunung Krakatau dan Gunung Semeru,” kata Surono.

    Sebanyak tiga geolog dari Jepang juga mengamati aktivitas Merapi. Ketiga geolog Jepang adalah Kenji Nogami dengan keahlian di bidang "volcanic chemistry", Masato Iguchi bidang "physical vulcanology" dan Takayuki Kaneko di bidang "volcanic geology". Selain geolog juga ada satu ahli bidang penyakit saluran pernafasan yaitu Satoru Ishii.

    Menurut Iguchi, alat tersebut sangat efektif karena terkadang puncak Gunung Merapi diselimuti kabut sehingga tidak terlihat adanya letusan, padahal kenyataannya gunung tersebut meletus.

    "Geolog dari Jepang terus memberikan pendampingan dari sisi keilmuan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.