Obama Anugerahkan Medali Sains dan Teknologi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barack Obama  dan Tim Intel Corp  untuk penemuan microprocessor pertama dari kiri :  Marcian E. Hoff Jr., Federico Faggin, and Stanley Mazor, . (AP Photo/J. Scott Applewhite)

    Barack Obama dan Tim Intel Corp untuk penemuan microprocessor pertama dari kiri : Marcian E. Hoff Jr., Federico Faggin, and Stanley Mazor, . (AP Photo/J. Scott Applewhite)

    TEMPO Interaktif, Washington - President Barack Obama menganugerahkan National Medal of Science kepada 10 peneliti dan National Medal of Technology and Innovation kepada tiga inventor serta sebuah tim beranggotakan tiga orang, Rabu lalu. Medali itu merupakan penghargaan tertinggi pemerintah Amerika Serikat bagi ilmuwan, insinyur dan penemu.

    Para penerima penghargaan itu adalah orang-orang yang berjasa menemukan lem super, mikrochip sampai kamera digital. Beberapa di antaranya adalah orang yang berperan mengungkap rahasia genetika dan penyakit, nanoteknologi, energi surya, kimia dan biologi.

    Medali itu diberikan dalam sebuah upacara di Ruang Timur Gedung Putih. Presiden Obama mengatakan temuan dan terobosan para ilmuwan itu sebagai bukti atas kekuatan imajinasi kreatif, semangat untuk menemukan dan kemauan untuk memberi dan berkorban untuk memperluas capaian pemahaman manusia. “Kita semua memperoleh manfaat dari pekerjaan mereka,” kata Obama.

    Penemuan dan inovasi mereka telah menyelamatkan banyak nyawa, meningkatkan kesehatan, menciptakan industri baru dan jutaan lowongan kerja, serta mentrasformasi pendidikan dan komunikasi. “Hal tersebut tak hanya membuktikan kreativitas dan kemahiran mereka yang mengagumkan, melainkan juga janji ilmu pengetahuan itu sendiri,” kata Obama.

    Penerima National Medal of Science adalah:
    1.Yakir Aharonov dari Chapman University, California, untuk kontribusinya atas landasan bagi fisika kuantum
    2.Stephen J. Benkovic, Pennsylvania State University, untuk riset bidang kimia bioorganik.
    3.Esther M. Conwell, University of Rochester, Rochester, New York, untuk pemahaman elektron dan transportasi dalam material semikonduktor, dan analisis properti elektronik DNA.
    4.Marye Anne Fox, University of California, San Diego, untuk riset dalam area fotokimia organik dan elektrokimia.
    5.Susan L. Lindquist, Whitehead Institute, Massachusetts Institute of Technology, untuk studi lipatan protein.
    6.Mortimer Mishkin, National Institutes of Health, Bethesda, kontribusi pemahaman memori dan presepsi berbasis neural pada primata.
    7.David B. Mumford, Brown University, Providence, R.I., kontribusi pada bidang matematika yang mengubah geometri aljabra, serta perannya dalam menghubungkan matematika dengan disiplin ilmu lainnya seperti visi komputer dan neurobiologi.
    8.Stanley B. Prusiner, University of California, San Francisco, untuk penemuan prion, penyebab spongiform encephalopathy pada sapi (penyakit sapi gila), dan penyakit neurodegeneratif lainnya.
    9.Warren M. Washington, National Center for Atmospheric Research, Boulder, Coloradi, pengembangan dan penggunaan pemodelan iklim global untuk memahami iklim dan menjelaskan peran aktivitas manusia dan proses alami dalam sistem iklim bumi.
    10.Amnon Yariv, California Institute of Technology, kontribusi elektronika kuantum dan fotonik, termasuk demonstrasi tentang semikonduktor feedback laser yang menjadi landasan komunikasi serat optik kecepatan tinggi yang ada sekarang.

    Penerima National Medal of Technology and Innovation adalah:
    1.Harry Coover dari Eastman Chemical Co., Tennessee, untuk penemuan cyanoacrylates, atau lem super.
    2.Helen M. Free, Miles Laboratories, Indiana, untuk kontribusinya pada kimia diagnostik melalui pengembangan analisis urine dip-and-read urinalysis.
    3.Steven J. Sasson, Eastman Kodak Co., New York, untuk penemuan kamera digital dan revolusi pengambilan, penyimpanan dan penyebaran gambar.
    4.Tim Intel Corp. yang terdiri dari Federico Faggin, Marcian E. Hoff Jr. dan Stanley Mazor untuk penemuan microprocessor pertama.

    AP | TJANDRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?