Nusa Penida Jadi Kawasan Konservasi Perairan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Perairan seluas 20.057 hektare di Nusa Penida ditetapkan sebagai kawasan konservasi. "Kawasan ini mendukung dan menyumbang target nasional pemerintah untuk melindungi ekosistem pesisir dan laut seluas 20 juta hektare pada 2020," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad ketika menetapkan kawasan ini, Ahad lalu.

    Inisiasi pembentukan kawasan ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Klungkung beserta masyarakat Nusa Penida, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta The Nature Conservancy (TNC). 

    I Wayan Candra, Bupati Klungkung, menjelaskan, perairan Nusa Penida kaya akan keanekaragaman hayati laut. Setiap Juli-September, katanya, muncul ikan mola-mola (sunfish) yang cukup unik dan langka dengan ukuran rata-rata 2 meter. Kemunculan ikan ini menjadi daya tarik penyelam dari seluruh dunia.

    Memang, berdasarkan Kajian Ekologi Laut 2009, di perairan Nusa Penida dijumpai sekitar 296 jenis karang dan 576 jenis ikan di mana lima di antaranya merupakan spesies ikan baru. Selain itu, berdasarkan survei dan monitoring yang dilakukan TNC Indonesia Marine Program, di perairan Nusa Penida terdapat 1.419 hektare terumbu karang, 230 hektare hutan mangrove dengan 13 jenis mangrove, dan 108 padang lamun dengan 8 jenis lamun.

     UNTUNG WIDYANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.