Astronot Kembali Bidik Pendaratan di Bulan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto yang disiarkan Reuters hari ini (14/7) memperlihatkan astronot Edwin E. Aldrin Jr. melakukan aktivitas di bulan  pada Juli 1969. 21 Juli nanti adalah peringatan 40 tahun pendaratan pertama di bulan. Foto: REUTERS/Handout

    Foto yang disiarkan Reuters hari ini (14/7) memperlihatkan astronot Edwin E. Aldrin Jr. melakukan aktivitas di bulan pada Juli 1969. 21 Juli nanti adalah peringatan 40 tahun pendaratan pertama di bulan. Foto: REUTERS/Handout

    TEMPO Interaktif, Denver -Lockheed Martin Space System menargetkan mendaratkan astronot di Bulan, tepatnya di sisi jauh. Misi antariksa berkode Orion ini dijadwalkan meluncur antara 2016 dan 2018.

    Untuk mencapai sisi jauh, mereka akan menempuh jarak 15 persen lebih jauh dari misi Apollo, yang pertama mendaratkan manusia di Bulan pada 1968. 

    Di Bulan, astronot juga akan mendaratkan robot penjelajah guna mengumpulkan berbagai sampel untuk meningkatkan pengetahuan tentang satelit Bumi tersebut. "Seperti yang akan dilakukan di Mars," ujar Josh Hopkins dari Departemen Penerbangan Antariksa Lockheed Martin, seperti dikutip Space.com, Rabu (24/11).

    Orion memang tidak akan berhenti di Bulan. Mereka mulai dengan penerbangan di orbit rendah, Bulan, lanjut sampai Mars pada 2030. "Kami menyebutnya 'batu-batu pijakan'," kata Hopkins.

    Langkah kelompok antariksawan yang berpusat di Denver, Amerika Serikat ini bertentangan dengan kebijakan Badan Antariksa AS. Februari lalu, Gedung Putih menghapus program presiden terdahulu, George W Bush yang menginginkan kembali mendaratkan manusia di Bulan pada 2020. Manusia terakhir menjejak kaki di Bulan adalah Eugene Cernan, astronot yang tergabung dalam misi Apollo 17, pada 1972.

    Pemerintah Obama tidak memasukan Bulan dalam program antariksanya. Dia menargetkan mendaratkan manusia di asteroid untuk pertama kalinya dalam sejarah pada 2025 dan mengirim astronot ke Mars pada pertengahan 2030.

    SPACE | REZA M


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.