Akun Twitternya Dibajak, Ini Jawaban Andi Arief  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun Twitter milik Staf Khusus Presiden Andi Arief

    Akun Twitter milik Staf Khusus Presiden Andi Arief

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Akun Twitter milik Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief dibajak sejak subuh tadi. Andi Arief mengklarifikasi pembajakan itu dalam akun Twitter yang baru @AndiAriefNews.

    Dalam akun barunya, dia menulis: sehubungan dengan terganggunya Account Twitter Saya maka saya menggunakan Account yang ini dahulu untuk Penyampaian Informasi. Terimakasih

    Andi Arief kemudian memposting pesan lagi: mungkin, semata-mata kelalaian saya, karena itu untuk selanjutnya saya menggunakan @AndiAriefNews, harap maklum. 

    Timeline Twitter Andi Arief tampak janggal sepanjang dini hari tadi. Akun Twitter dengan nama akun @AndiAriefNew yang biasanya diisi dengan info-info terbaru seputar bencana alam seperti Merapi meletus, gunung Bromo yang aktif, atau gempa di Mentawai, menjadi pesan aneh. 

    Pada pukul 4.30 pagi misalnya, tiba-tiba muncul tulisan mengagetkan: "Besok Jakarta tsunami." Pesan itu membikin kaget bagi para pengikut akun Twitter Andi Arief. Sebelumnya, juga ada pesan-pesan yang meracau seperti "Kkkkkkk" atau "Rasain lu stafsus" atau "Mau diapain lu stafsus biang bencana ha".
     
    Hingga berita ini diturunkan Andi Arief belum bisa dihubungi. Ketika dihubungi nomor Andi Arief yang biasanya selalu aktif bernada salah sambung.  
     
    Namun, sebelumnya, Akuat Supriyanto, orang dekat Andi Arief membenarkan soal tersebut. "Subuh ini akun twitter Andi Arief dihack orang. Banyak pesan yang tidak benar yang ditulis hacker tersebut," demikian penjelasan Akuat dalam akun Twitternya. "Mohon teman-teman ikut menginformasikan soal ini."

    POERNOMO GR | BS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.