Pembajakan Twitter Andi Arief Diduga Bermotif Politis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akun Twitter milik Staf Khusus Presiden Andi Arief

    Akun Twitter milik Staf Khusus Presiden Andi Arief

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Staf Andi Arief, A. Supriyanto memastikan pembajakan akun twitter Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana itu dijebol melalui password, bukan karena telepon genggamnya hilang atau dicuri orang. Supriyanto menduga pembajakan ini bermotif politis.

    "Dugaannya politis karena menulis seperti Nasiblu di tanganku, Mau diapain lu stafsus biang bencana ha, ada juga banyak bacot," kata Supriyanto ketika dihubungi, Kamis (25/11). Menurut Supriyanto, Andi Arief telah mengetahui pembajakan dan langsung membuat akun baru, @AndiAriefNews. 

    Selama ini, kata Supriyanto, Andi Arief selalu memposting sendiri info dan berita di akun twitter-nya. Bahkan, sampai sembilan jam yang lalu dia masih menulis soal perkembangan terakhir Gunung Bromo. Menurut Supriyanto, selain untuk memberikan informasi, Andi Arief juga menggunakan twitter sebagai pencatat. 

    Akun Twitter Andi Arief tampak janggal pada subuh tadi. Akun Twitter dengan nama @AndiAriefNew yang biasanya diisi dengan info-info terbaru seputar bencana alam seperti Merapi meletus, gunung Bromo yang aktif, atau gempa di Mentawai, Kamis (25/11) pagi diisi dengan pesan seperti Hidup cayus eh gayus, lalu ada juga besok Jakarta tsunami. 

    Andi Arief kemudian mengklarifikasi pembajakan ini dengan membuat akun Twitter baru @AndiAriefNews. Dalam aku barunya, dia menulis: sehubungan dengan terganggunya Account Twitter Saya maka saya menggunakan Account yang ini dahulu untuk Penyampaian Informasi. Terimakasih

    Andi Arief kemudian memposting pesan lagi: mungkin, semata-mata kelalaian saya, karena itu untuk selanjutnya saya menggunakan @AndiAriefNews, harap maklum. 

    POERNOMO GR 



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.