Ada "Ular" di Matahari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 'Ular

    'Ular" di permukaan matahari (Foto: Dailymail)

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kamera Dynamics Solar Observatory milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menangkap penampakan 'ular' pada permukaan matahari. Ular itu tampak sedang merayap di seluruh permukaannya.

    Ular yang dikenal sebagai "solar filament" ini terbakar sepanjang 435 ribu mil atau setara dengan dua kali jarak bumi ke bulan, di bagian selatan. "Solar filament" adalah kumpulan gas padat yang menggantung di atas pemukaan matahari.

    Gas ini muncul dari korona atau lapisan paling luar dari atmosfer matahari dengan bentuk seperti benang dan meledak setiap saat. Warnanya agak sedikit gelap karena memiliki suhu yang lebih rendah ketimbang temperatur korona matahari.

    Peneliti antariksa, Tony Phillips mengatakan pernah mengamati penampakan filamen solar yang mengandung muatan listrik. Setiap filamen solar ini berpotensi membentuk badai matahari atau "masuk" kembali ke tubuh matahari.

    "Ada tiga kemungkinan untuk setiap kemunculan filamen solar, kembali ke matahari, patah kemudian meledak atau runtuh di permukaan matahari," tulis Phillips di situs Spaceweather.com. Dia menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan dampak kemunculan filamen solar tersebut terhadap bumi.

    Dailymail|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?