Hacktivists Serang Situs Pemerintah Swedia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • cablegate.wikileaks.org

    cablegate.wikileaks.org

    TEMPO Interaktif, Setelah menyerang situs Sarah Palin, Visa dan Master Card, para peretas (hacker) yang mengklaim sebagai pendukung Wikileaks dan menyebut dirinya Hacktivists menyerang situs milik pemerintah Swedia. Serangan ini adalah peringatan bagi pemerintah Swedia, mereka berjanji serangan ini hanya sebuah awal. 

    Situs milik pemerintah Swedia yang beralamat regeringen.se mati selama bebebrapa jam pada hari ini. Dalam situs tersebut ada tulisan yang menyatakan situs yang diinginkan tidak bisa diakses. 
     
    Kelompok peretas yang menamakan diri Anonymous memang tengah melakukan menyerang mereka yang melawan Wikileaks. Mereka menamakan operasi serangan balik ini dengan nama "Operation Payback" atau Serangan Balasan. 

    Salah seorang peretas yang menyebut dirinya ColdBlood mengatakan kampanye ini belum akan berakhir. "Semakin banyak orang yang bergabung, kami semakin kuat," katanya. "Ini adalah perang, tapi bukan perang tradisional, tapi perang data." 

    Modus para peretas ini menyerang dalam jumlah volume, atau yang sering disebut DDoS. Situs yang menjadi targetnya akan mengalami lonjakan pengunjung luar biasa dan berlipat-lipat hingga kelebihan kapasitas dan akan mati. 

    Dalam operasi ini, sejumlah "relawan" telah mengunggah piranti lunak yang disebut botnet. Piranti lunak ini membantu serangan terhadap sebuah situs secara masif. Para "relawan" akan menunggu sinyal dari pemimpin operasi sebelum melancarkan serangan. 

    Seorang ahli keamanan internet mengingatkan Amazon, sebab situs tersebut bisa saja menjadi target berikutnya. Amazon dinilai melawan Wikileaks karena menendang situs pembocor dokumen itu dari daftar klien mereka. Namun ahli ini mengingatkan usaha peretasan adalah perbuatan melawan hukum, di Inggris pelakunya bisa dihukum 2 tahun penjara. 

    Dalam sebuah blog, operasi balasan yang dilancarkan sejumlah peretas yang menamakan diri Hacktivist berpesan: Kami melakukan kampanye damai untuk menjaga kebebasan berpendapat di Internet, untuk jurnalisme dan bagi para jurnalis juga bagui seluruh warga dunia. 

    DAILY TELEGRAPH | PGR  

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.