IBM Raih Sertifikat ISO 20000  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Joerg Sarbach

    AP/Joerg Sarbach

    TEMPO Interaktif, Jakarta - PT IBM mendapatkan sertifikat Internasional Standart Organization (ISO) 20000 dari lembaga konsultan Bureau Veritas. Sertifikasi ini diberikan setelah Bureau Veritas menilai sejumlah elemen standarisasi, yakni penghantaran layanan teknologi informasi yang meliputi layanan data center, layanan workplace, layanan enterprises dan layanan maintenance. Bureau Veritas menilai proses pengimplementasian, pemeliharaan, dan pengelolaan bagi klien IBM telah berjalan dengan baik.

    Setelah proses audit selesai dilakukan dan lolos, Bureuau Veritas memberikan sertifikatnya sebagai perusahaan multinasional pertama di Indonesia dan teknologi pertama di wilayah ASEAN. Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwignjo mengatakan akreditasi ini memberikan layanan inovatif yang berkualitas bagi pelanggannya dalam bisnisnya. "Sertifikasi dan kualitas layanan bagian dari komitmen kami," ujar Suryo disela-sela penyerahan sertifikat di Hotel Hyatt, hari ini.

    Sertifikat diserahkan Presiden Direktur Bereau Veritas Lontung Simamora kepada Suryo Suwignjo. ISO 20000 ini merupakan stadar yang dirancang untuk IT Service Management. Terdiri dari serangkaian proses pengelolaan layanan teknologi informasiyang terintegrasi bagi perusahaan dan pelanggan. Terdiri dari 13 proses dengan pendekatan plan do check act tradisional atau Siklus Deming.

    Lontung mengatakan untuk mendapatkan ISO 20000 ini sebuah perusahaan harus sudah mempunyai standar ISO 9000. Persiapan untuk audit biasanya berlangsung enam hingga satu tahun, tergantung kesiapan dari perusahaan yang bersangkutan. "Tidak bisa sembarangan untuk penilaian dan audit, perusahaan harus proaktif siapkan layanannya" ujar Lontung.

    Sertifikasi ini berlaku hingga tiga tahun mendatang. Untuk memastikan layanan tetap sesuai standar, Bereau Veritas akan melakukan pengecekan atau audit setiap enam bulan sekali. Setelah tiga tahun,kata Lontung, perusahaan pun masih harus disertfikasi ulang.

    DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.