Gara-gara Pakaian Dalam, Google Digugat Wanita Jepang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Google. AP/Virginia Mayo

    Google. AP/Virginia Mayo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Google Inc. digugat lantaran menampilkan pakaian dalam di layanan Google Street View. Dalam tuntutannya, seorang wanita asal Jepang menyatakan keberatan dengan pemandangan jemuran pakaian dalam yang muncul ketika dia mengakses layanan tersebut.

    "Saya sangat marah dan khawatir saya yang akan menjadi korban kejahatan seksual Google selanjutnya," kata wanita itu seperti dilaporkan surat kabar negeri Sakura itu, Mainichi.

    Dia mengklaim Google Street View seperti meneror dengan cara mengikuti kemanapun dia pergi dan merekamnya. Padahal di Jerman, setiap gambar yang disajikan layanan ini akan mengaburkan atau memblurkan setiap tampilan yang sangat pribadi, seperti alamat rumah, wajah orang dari dekat, sampai gambar seronok, termasuk pakaian dalam.

    "Saya bisa memahami apabila foto yang ditampilkan hanya gambar bagian luar apartemen, tetapi saya tidak bisa terima kalau gambar itu menunjukkan pakaian yang tergantung di luar," katanya.

    Dalam gugatannya, si wanita itu meminta ganti rugi sebesar 600 ribu Yen atau sekitar US$ 7000 dan menuntut Google menghapus gambar pakaian dalam yang tampak di bagian luar apartemennya.

    Cnet|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.