Pengembang Rusia Sumbang Wikileaks  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wikileaks. Foto: news.com.au

    Wikileaks. Foto: news.com.au

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengembang aplikasi Wikileaks di toko aplikasi Igor Barinov menyumbang US$1 dari tiap penjualan aplikasinya. Aplikasi ini telah diunduh 4.443 kali dan menghasilkan US$ 5.840.

    Pengembang asal Moskow ini bertekad untuk terus mendukung Wikileaks tanpa peduli apa yang dilakukan Julian Assange. “Saya suka cara mereka bertahan,” katanya.

    Kabarnya, Apple bakal mengambil aplikasi yang dikembangkan Igor ini. Fitur ini disebut-sebut sebagai fitur semi amal.

    Tetapi ada sejumlah persyaratan yang diajukan. Contohnya, mereka akan menolak aplikasi yang memfitnah, menyinggung, atau menempatkan kelompok tertentu pada posisi yang merugikan.

    Apple bakal mentransfer pembelian pada Januari mendatang. Barinov juga mengatakan sepertinya akan mengakhiri inisiatif mencari uang ini.

    Tetapi dia berjanji bakal mengirim keuntungannya kepada Wikileaks. Namun Barinov bungkam ketika ditanya soal kemungkinan menjual aplikasi sejenis untuk Android.

    Igor mulai menuai keuntungan saat Wikileaks menjadi sasaran untuk diberangus pada 18-20 Desember lalu. Jerman tercatat menjadi negara yang paling banyak mengunduh aplikasi ini. Disusul Amerika Serikat, Belanda, Inggris, dan Italy.

    TECHCRUNCH | DIAN YULIASTUTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.