Monster Laut dari Samudra Paleozoic  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi oleh William L. Parsons / Buffalo Museum of Science

    Ilustrasi oleh William L. Parsons / Buffalo Museum of Science

    TEMPO Interaktif, Jakarta -Eksperimen yang dilakukan sebuah tim riset dari New York dan New Jersey, Amerika Serikat, menemukan bukti yang menggoyahkan anggapan bahwa pterygotid eurypterids, atau kalajengking laut, adalah predator tingkat tinggi di samudra Paleozoic. Kelompok satwa yang menghuni perairan tersebut, 470-370 juta tahun lampau, jauh sebelum munculnya dinosaurus, beranggotakan arthropoda terbesar sekaligus paling menakutkan yang pernah hidup di muka bumi.

    Tubuhnya, yang memanjang hingga 2,5 meter, disokong oleh kaki-kaki yang telah berkembang dengan baik dan dipersenjatai dengan sepasang capit yang menghadap ke depan, sarat akan duri-duri tajam. Mereka tak ubahnya Tyrannosaurus rex di kalangan kelompok invertebrata.

    Namun hasil studi terbaru yang dipublikasikan dalam Bulletin of the Buffalo Society of Natural Sciences volume 39, Richard Laub (Buffalo Museum of Science) dan rekannya, Victor Tollerton (New York State Museum) dan Richard Berkof (Stevens Institute of Technology), memperlihatkan bahwa batasan mekanis pada capit kalajengking laut pterygotid Acutiramus membuat capit tersebut tak mampu membuka cangkang luar kepiting ladam berukuran sedang tanpa berisiko menghancurkan capitnya sendiri.

    "Temuan kami menggeser gambaran arthropoda terbesar yang pernah ada ini, sebagai predator mengerikan, atau paling tidak pemangsa eurypterid lain dan ikan bertameng pada masa itu," kata Laub. "Terbuka pula kemungkinan binatang itu adalah pemakan sisa makanan, bahkan vegetarian."

    Berdasarkan temuan itu, para ilmuwan menduga kalajengking laut yang mengagumkan itu serta anggota famili lain yang hidup di laut sekitar 470-370 juta tahun lampau tersebut bukanlah predator ganas seperti anggapan selama ini. Tenaga operasional yang dapat diaplikasikan capit Acutiramus tanpa menimbulkan kerusakan pada organ itu tak lebih dari 5 Newton, sedangkan tenaga yang dibutuhkan untuk memecahkan cangkang kepiting ladam atau belangkas mencapai 8-17 Newton.

    Tidak ditemukannya sendi siku antara capit dan badan Acutiramus membatasi gerakan capit, membuat mereka lebih efektif mencengkeram mangsa di lantai laut daripada menangkap ikan atau binatang yang sedang berenang. Dipersenjatai dengan duri bergerigi, capit itu mungkin digunakan, baik untuk menangkap ataupun mencabik mangsa, tapi kemampuan Acutiramus sebagai predator kelihatannya tak disertai tenaga yang cukup untuk membuat kalajengking laut itu sebagai pemangsa ganas.

    LIVESCIENCE | TJANDRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.