Facebook Dapat Suntikan Rp 4,5 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • rnw.nl

    rnw.nl

    TEMPO Interaktif, New York - Facebook mendapat suntikan dana US$ 500 juta dari Goldman Sach dan investor Rusia. Kedua investor itu menera Facebook bernilai US$ 50 miliar atau setara Rp 450 triliun, lebih tinggi dari perusahaan internet yang lebih senior, seperti eBay, Yahoo, dan Time Warner.

    Mengutip sumber, Harian New York Times, melaporkan transaksi yang berlangsung tertutup tersebut, Senin (3/1). Investasi ini menunjukan makin kinclongnya perusahaan Mark Zuckerberg itu. Sebab Goldman Sach merupakan investor yang terkenal paling teliti di Wall Street.

    New York Times melaporkan suntikan dana itu bisa digunakan Zuckerberg untuk menarik karyawan terbaik, membuat produk baru, dan juga akuisisi. Semakin menguatnya posisi Facebook membuat tekanan agar mereka go-public juga membesar. November lalu, Zuckerberg menepis desakan itu.

    Namun pedagang saham di Wall Street memprediksi Facebook mulai menawarkan saham pada 2012. "Awalnya, Google juga mengabaikan Wall Street," kata Chris Sacca, mantan karyawan Google yang kini berinvestasi di Twitter. Menurutnya, Facebook merupakan peluang bisnis yang jempolan. "Kami ingin menikmatinya barang secuil," katanya.

    Pada 2010, Facebook mengungguli Google dalam perolehan kunjungan pengguna internet. Sepanjang Januari sampai November tahun lalu, Facebook menjaring 8,9 persen pengunjung web di Amerika Serikat. Google di posisi kedua dengan 7,2 persen, diikuti Yahoo Mail dan Yahoo portal.

    Suntikan dana ini membuat kekayaan personal Tuan Zuckerberg berlipat. Saat Facebook bernilai US$ 23 miliar, majalah keuangan Forbes memperkirakan kekayaan lajang 26 tahun ini sebesar US$ 6,9 miliar.

    Baik Tuan Zuckerberg, perwakilan Facebook maupun Goldman Sach belum berkomentar tentang laporan ini.

    NEW YORK TIMES | REZA M
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?