Port MicroUSB Jadi Standar Charger Ponsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perusahaan Lilliputian Systems, Inc yang berada di Massachusetts menciptakan charger baterai portabel (2/12). Charger itu dapat digunakan untuk HP dan alat elektronik lainnya. Foto: AP/Steven Senne

    Perusahaan Lilliputian Systems, Inc yang berada di Massachusetts menciptakan charger baterai portabel (2/12). Charger itu dapat digunakan untuk HP dan alat elektronik lainnya. Foto: AP/Steven Senne

    TEMPO Interaktif,  Jakarta - Mulai tahun ini standar charger untuk telepon selular akan diseragamkan dengan menggunakan port MicroUSB. Alasannya, port MicroUSB merupakan fungsi pengisi baterai yang biasa digunakan di berbagi tipe smartphone.

    Konektor micro-USB ini telah digunakan pada berbagai jenis telepon pintar buatan Samsung, Apple, Nokia dan Research in Motion (RIM).

    Sebenarnya semua jenis ponsel bisa menggunakan satu jenis tipe pengisi daya. Sebanyak 14 perusahan produsen ponsel di dunia telah mengajukan standar koneksi baru ke Komisi Eropa mulai Juni lalu.

    Wakil Presiden Komisi Eropa Antonio Tajani meminta produsen untuk mendukung penyeragaman standar konektor charger tersebut. "Sekarang saatnya bagi pelaku industri untuk menunjukkan komitmen menjual telepon selular dengan menggunakan pengisi daya baru yang lebih mudah bagi konsumen, mengurangi limbah dan bermanfaat dalam bisnis mereka," katanya.

    Dalam pernyataan resminya, Komisi Eropa menyebutkan salah satu ketidaknyamanan yang dialami pengguna ponsel adalah ketika pengisi daya untuk berbagai merek ponsel yang mereka gunakan tidak cocok satu sama lain. "Pengguna terpaksa membeli charger baru yang cocok untuk ponsel mereka dan membuang charger yang lama, meskipun masih dalam kondisi baik."

    Telegraph|Rini K


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?