2016, Gadget Dikendalikan Kekuatan Pikiran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto: livescience.com

    Foto: livescience.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa tahun ke depan, keyboard dan tetikus mungkin akan bergabung dengan disket 3,5 floppy sebagai artefak teknologi. IBM memprediksi, dalam lima tahun lagi, akan muncul teknologi yang memungkinkan manusia untuk mengontrol berbagai perangkat melalui kekuatan pikiran.

    Misalnya saja, nantinya kita dapat menelepon seseorang hanya dengan memikirkannya atau menggerakkan kursor di layar hanya dengan perintah pikiran.

    "Dalam waktu lima tahun, kita akan mulai melihat penerapan awal pada teknologi di bidang gaming dan hiburan," tulis IBM dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari PC World, Selasa, 20 Desember 2011.

    Kendati saat ini teknologi yang dikontrol dengan kekuatan pikiran tampak seperti keluar dari cerita science fiction, IBM yakin nantinya hal ini akan menjadi bagian yang umum di dunia nyata.

    "Lebih jauh lagi, teknologi tersebut dapat digunakan oleh dokter untuk mengetes pola otak, rehabilitasi pasien stroke, atau memahami kelainan otak seperti autis."

    Ramalan selanjutnya dari IBM adalah manusia tidak akan lagi membutuhkan password. IBM memprediksi perangkat akan secara otomatis mendeteksi identitas pengguna berdasarkan parameter biometrik yang dimilikinya.

    "Bayangkan, di masa depan, Anda masuk ke ATM dan dapat secara aman menarik uang hanya dengan mengucapkan nama atau memindai mata lewat sensor yang dapat mengenali pola unik retina mata."

    Selanjutnya adalah energi kinetik, yang saat ini lebih banyak terbuang percuma, akan lebih banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi di rumah, tempat kerja, hingga perkotaan.

    Sementara itu, digital divide, yaitu kesenjangan antara kelompok yang memiliki akses ke perangkat teknologi dan yang tidak memilikinya, akan berangsur hilang.

    Dalam lima tahun ke depan, diestimasikan 80 persen penduduk dunia akan memiliki perangkat yang dapat mengakses informasi. "Masyarakat dapat menggunakan perangkat bergerak untuk mendapatkan akses penting dan pelayanan yang lebih baik."

    Terakhir, IBM memperkirakan bahwa era e-mail spam akan segera berakhir karena pengiklan menyadari bahwa pesan yang ditargetkan secara personal akan berjalan lebih efektif. Pada waktu yang sama, spam filters diperkirakan akan memiliki kemampuan yang lebih besar dari sekarang, sehingga pengguna tidak perlu lagi merisaukan spam yang masuk ke akun mereka.

    PC WORLD | MASHABLE | RATNANING ASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.