Rabu, 14 November 2018

Siswa Indonesia Sabet 2 Emas Olimpiade Fisika Asia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali menyabet medali emas di Olimpiade Fisika Asia ke-13 di New Delhi, India. Dari 30 medali emas yang diperebutkan, tim Indonesia meraih dua emas, satu perak, dan dua perunggu.

    "Ada 21 negara berpartisipasi dalam Olimpiade kali ini dengan total peserta 156 siswa," kata Hendra Kwee, pembina dan pemimpin Tim Olimpiade Fisika Indonesia, ketika dihubungi pada Rabu, 9 Mei 2012. Hendra memimpin tim bersama Zainul Abidin dan Herry Kwee dari STKIP Surya.

    Medali emas diperoleh Limiardi Eka Sancerio dari SMAK Penabur Gading Serpong dan Erwin Handoko Tanin dari SMA Sutomo 1 Medan. Medali perak diraih Samuel Wirajaya dari SMAK Penabur Gading Serpong. Sedangkan medali perunggu disumbang Himawan Wicaksono Winarto dari SMA St. Albertus Malang dan Albert Datui dari SMAK Penabur Gading Serpong.

    Selain Indonesia, Olimpiade Fisika tahun ini diikuti Australia, Brunei Darussalam, Cina, Hong Kong, India, Israel, Kazakhstan, Kirgistan, Malaysia, Mongolia, Nepal, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Langka, Taiwan, Tajikistan, Thailand, Turkmenistan, dan Vietnam.

    Hendra mengatakan saingan terberat tim Indonesia adalah Cina dan Taiwan. Cina menjadi juara umum dengan menyabet delapan emas. Adapun Hong Kong menjadi kuda hitam karena menunjukkan kemampuan sangat baik dalam Olimpiade yang baru pertama kali diikutinya.

    "Kami berharap anak-anak ini diberi kesempatan untuk ikut Olimpiade tingkat internasional," kata Hendra. Ia berasalan kualitas Olimpiade Fisika tingkat Asia tidak lebih buruk dibanding internasional. "Sebanyak 76 persen medali emas internasional diperoleh negara-negara Asia."

    MAHARDIKA SATRIA HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?