Hantaman Keras Mematikan ELT Sukhoi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah prajurit TNI dan relawan dengan menggunakan tali untuk menarik kantong jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 menuju titik penjemputan Heli di Puncak Salak 1, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). ANTARA/Dhoni Setiawan

    Sejumlah prajurit TNI dan relawan dengan menggunakan tali untuk menarik kantong jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 menuju titik penjemputan Heli di Puncak Salak 1, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5). ANTARA/Dhoni Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta-– Tim SAR Gabungan pada Ahad malam lalu menemukan dan mengangkat pemancar sinyal darurat (Emergency Locator Transmitter, ELT) milik pesawat Sukhoi Superjet 100. Agen Sukhoi di Indonesia, PT Trimarga Rekatama, beserta pihak Sukhoi mengindikasikan penyebab rusaknya ELT pesawat nahas itu adalah karena hantaman keras saat menabrak tebing Gunung Salak pada Rabu pekan lalu itu.

    "Berdasarkan penyelidikan sejauh ini, pihak Sukhoi mengatakan ELT kemungkinan rusak akibat hantaman keras yang diterima pesawat," ujar Konsultan Bidang Pertahanan dan Pengembangan Bisnis PT Trimarga, Sunaryo, ketika dihubungi Senin 14 Mei 2012.

    Sunaryo menjelaskan, ELT rusak akibat hantaman keras bukanlah hal yang mustahil. Pasalnya, dengan efek hantaman yang begitu keras, ELT bisa saja mengalami malfungsi atau terlepas dari tempatnya.

    Sukhoi Superjet 100, seperti juga pesawat lainnya memiliki dua pemancar sinyal keadaan darurat: ELT dan ELBA (Emergency Locator Beacon Aircraft), dan keduanya tidak berfungsi saat kecelakaan itu. "Pihak Rusia sendiri masih bingung kenapa bisa rusak keduanya," ujar Sunaryo.

    Tim SAR menemukan ELT di lokasi yang jauh dari titik kejadian. "Sekitar 500 meter dari helipad dan turun lagi 600 meter. Betapa sulitnya medan, membawa ke heli saja (butuh) berapa jam," kata Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya Daryatmo, di Posko Pasir Pogor, Cijeruk, Kabupaten Bogor, kemarin.

    Daryatmo juga mengklarifikasi pernyataan bahwa timnya telah menemukan kotak hitam pesawat seperti ramai diberitakan oleh media. "Kemarin masih indikasi, black box belum kami temukan," kata dia.

    Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi Tatang Kurniadi menegaskan
    semua alat yang ditemukan merupakan alat komunikasi. Salah satunya memang berwarna oranye seperti black box. "Antara lain ada terminal komunikasi dan alat sinyal. Jadi ini salah satu ELT," kata Tatang.

    Menurut dia, penyebab alat komunikasi itu tidak berfungsi karena dua hal, yaitu karena masih menggunakan frekuensi 1.215 dan 243 serta kemungkinan rusak. Selain itu, menurut Tatang, tidak terdeteksinya sinyal darurat pesawat tersebut juga dikarenakan terhalang oleh bukit. "Kelihatannya, kabel lepas, jadi mungkin tidak kena benturan," katanya.

    Tatang menyatakan, dengan ditemukan alat komunikasi tersebut akan membantu penyelidikan penyebab kecelakaan. "Penyelidikannya nanti. Kalau di Indonesia tidak bisa membuka modul, mereka (perusahaan Sukhoi) pasti bisa," ujar dia.

    Berdasarkan pengalaman, penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat membutuhkan waktu yang panjang. Seperti pada kasus Adam Air KI-574 yang jatuh di perairan Selat Sulawesi. Pesawat Boeing 747-400 itu hilang dalam penerbangan Surabaya-Manado, pada 1 Januari 2007. Sebanyak 96 penumpang dan enam awak pesawat tewas.

    Kotak hitam Adam Air baru ditemukan pada 24 Januari. Berada di kedalaman 2.000 meter perairan Majene, Sulawesi Barat. Karena sulitnya medan pengangkatannya memakai robot pada 27 Agustus 2007. Kotak hitam itu lalu dibuka di National Transportation Safety Board, di Washington DC, Amerika Serikat.

    Selesai dibaca pada 10 September 2007, namun hasilnya tidak bisa disampaikan ke publik. "Sesuai dengan Ketentuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) Annex 13, hasilnya hanya untuk kepentingan investigasi," kata Tatang ketika itu.

    Sekitar awal Agustus 2008, beredar di Internet rekaman yang diklaim sebagai pembicaraan dalam kokpit Adam Air KI-574. Sebagian orang menyebut rekaman itu asli dan sengaja dibocorkan. Namun KNKT membantahnya.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti menegaskan kotak hitam Sukhoi Superjet 100 akan dibaca di Indonesia. "Memang aturannya begitu, negara tempat kejadian yang memeriksa dan tanggung jawab investigasi," kata dia, usai kunjungan delegasi Rusia kepada Wakil Presiden Boediono kemarin.

    ISTMAN MP | ANGGA SUKMA WIJAYA | ARYANI KRISTANTI

    Berita lain:
    Ternyata, Ini Sebab ELT Sukhoi Tak Terdeteksi
    ELT Sukhoi Ditemukan Jauh dari Bangkai Pesawat
    Sukhoi Menabrak Setelah Menembus Kumulonimbus
    Sukhoi Superjet Sempat Memutari Gunung Salak
    Perempuan Cantik dan Perempuan Tua di Gunung Salak
    Kemungkinan Penyebab Jatuh Sukhoi Superjet 100
    Badan Pesawat Sukhoi Ditemukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.