Tim DVI Indonesia Lebih Dikenal di Luar Negeri?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memindahkan kantong berisi jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet-100 dari tenda Disaster Victims Identification (DVI) ke dalam ruang pendingin di Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta, Rabu (16/5). ANTARA/M Agung Rajasa

    Petugas memindahkan kantong berisi jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet-100 dari tenda Disaster Victims Identification (DVI) ke dalam ruang pendingin di Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta, Rabu (16/5). ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kala kecelakaan Sukhoi, 9 Mei 2012, masyarakat kerap mendengar istilah DVI atau Disaster Victim Committee. Ini adalah Komite Identifikasi Korban Bencana untuk urusan identifikasi korban bencana. Di Indonesia, boleh jadi tim dan istilah ini masih asing. Ternyata DVI Indonesia justru lumayan dikenal di dunia internasional dibanding negeri sendiri.

    Berikut ini beberapa buktinya:

    Kepala Pusat Kedokteran Kesehatan Polri, Brigadir Jenderal Musaddeq Ishaq, MD, DFM, pernah menjadi Komandan Islamiq Coutries Organization for Forensic Medicine pada 2006-2008.

    DVI Indonesia juga pernah diminta Australia membantu identifikasi korban kebakaran semak di Victoria pada 2009, yang juga dikenal sebagai "Black Saturday". “Waktu itu Perdana Menteri Australia menelepon langsung ke Presiden SBY,” kata Musaddeq kepada Tempo, akhir Mei 2012. Enam orang tim DVI pun berangkat ke Negeri Kanguru.

    Rupanya, Australia menganggap DVI Indonesia berpengalaman menangani korban bencana. “Dalam berbagai acara internasional, Indonesia selalu disebut-sebut sebagai supermarket bencana,” kata Musaddeq. Agak ironis memang.

    Bagaimana DVI Indonesia bisa diakui mumpuni oleh dunia internasional? Ternyata, anggota DVI Indonesia digembleng di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation, yang berlokasi di Semarang. Setiap tahun, DVI menggelar beragam kursus yang diikuti oleh anggota kepolisian, ahli dari berbagai lembaga sipil, juga ahli dari negara lain.

    PURWANI DIAH PRABANDARI | MITRA TARIGAN



    Berita Lainnya:
    Tere Empat Bulan Enggak Ngantor di DPR?
    Hutan Semarang, Taman Safari Terbesar se-Asia  
    Barcelona Terpopuler di Media Sosial
    NKOTBSB, Konser Nostalgia dengan Beragam Kejutan
    Akankah Italia Jadi Juara Euro 2012?  
    Perbandingan Makam Sunan Gunung Jati dan Borobudur


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proses Pembuatan Vaksin Virus Corona Dibanding Klaim Obat Hadi Pranoto

    Hadi Pranoto mengklaim obat herbal Antibodi Covid-19 berbeda dengan vaksin virus corona. Proses pembuatan vaksin memakan waktu setidaknya 12 bulan.