Habibie Terjun Lagi ke Dunia Penerbangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Presiden, BJ Habibie, memberikan sambutan pada acara Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17, di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, (10/8). Menurut Habibie Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia khususnya bidang teknologi.  ANTARA/Agus Bebeng

    Mantan Presiden, BJ Habibie, memberikan sambutan pada acara Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-17, di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, (10/8). Menurut Habibie Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia khususnya bidang teknologi. ANTARA/Agus Bebeng

    TEMPO.CO , Bandung -  Bacharuddin Jusuf Habibie, perintis industri dirgantara di Indonesia mengumumkan bakal terjun lagi di industri pesawat terbang. "Besok saya akan menandatangani peresmian pendirian PT Ragio Aviasi Industri (RAI) di kediaman saya di Kuningan," kata Habibie di sela konfrensi pers Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2012.

    Adapun pendirian PT RAI menurut Habibie melibatkan beberapa pihak. "PT RAI merupakan perusahaan yang saya bentuk bersama dua perusahaan swasta yakni PT Ilhabi Rekatama milik Ilham Akbar Habibie dan PT Modal Elang milik mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah," katanya. "Ketua Dewan Komisaris saya."

    Dia mengungkapkan, akan mengajak sejumlah eks karyawan IPTN --atau kini PT Dirgantara Indonesia-- yang tersebar di berbagai negara untuk merintis industri pembuatan pesawat milik swasta itu. “Mereka kepingin pulang,” kata Presiden Republik Indonesia ketiga ini.

    Habibie mengatakan bahwa proyek pertama dari PT RAI adalah untuk membangkitkan pesawat N-250. "Namun semuanya tentu disesuaikan dengan kondisi sekarang. Mesin tentunya akan disesuikan dengan yang baru," ungkapnya. "Nantinya untuk proyek PT RAI ini berbagai elemen seperti Kemenristek, BPPT, PT DI dan lain-lain akan turut dilibatkan."

    Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.

    AHMAD FIKRI | ANANDA PUTRI

    Berita teknologi lainnya:
    Penjualan Samsung Galaxy Tab Kalah Jauh dari iPad

    Apple Buat iPad 7 Inci Untuk Anak-anak

    Nokia Asha 311 Hadir di Pasar Indonesia 

    Mayer Batalkan Pembagian Dana Yahoo!

    Solo Techno Park Buka Pelatihan Teknisi Pesawat

    Microsoft Hapus Nama Metro? 

    Cacing Pipih dan Penyakit Mata

    Mengapa Teknologi Roda Tidak Muncul pada Hewan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.