Letusan Gunung Toba Paling Dahsyat Sedunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Sinabung yang masih mengeluarkan debu vulkanik, pasca mengeluarkan lava pijar, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (29/8). Gunung sinabung pada Minggu (29/8) dini hari menyemburkan lava pijar, sehingga  belasan ribu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Gunung Sinabung yang masih mengeluarkan debu vulkanik, pasca mengeluarkan lava pijar, di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (29/8). Gunung sinabung pada Minggu (29/8) dini hari menyemburkan lava pijar, sehingga belasan ribu warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO , Jakarta - Para ahli mengelompokkan besar letusan gunung api berdasarkan skala letusan gunung api atau disebut sebagai VEI (Volcanic Explosivity Index). Indeks ini diurutkan ke dalam delapan skala letusan. Semakin besar angka indeks, letusannya juga kian hebat.

    Laman Smithsonian National Museum of Natural History menyebutkan letusan dikelompokkan ke dalam delapan tingkatan. Setiap tingkat dikelompokkan berdasarkan jumlah material yang dimuntahkan gunung api.

    Letusan Gunung Toba yang terjadi 77 ribu tahun lalu, misalnya, menyemburkan 3.000 kilometer kubik material dari perut Bumi, membuat letusan ini sebagai yang terbesar dalam sejarah manusia, sekaligus menempatkannya pada indeks 8.

    Tujuh letusan kolosal pada Sumatera purba memiliki volume letusan minimal antara 0,6-18,0 kilometer kubik. Karena itu, letusan-letusan Sumatera berada setidaknya pada indeks 5. Tapi, peneliti gunung api dari Oregon State University, Morgan Salisbury, memperkirakan jumlah material yang dimuntahkan bisa lebih besar.

    Letusan kolosal di Sumatera, tempat tumbuh 35 gunung api, tak banyak diketahui peneliti gunung api. "Sumatera adalah daerah gunung api paling aktif di planet ini," kata Salisbury kepada Tempo. "Tapi, sedikit sekali penelitian sejarah letusan di daerah ini."

    Dengan skala letusan yang hanya satu tingkat di bawah letusan Krakatau, letusan besar berikutnya bisa terjadi dalam waktu dekat. Dia percaya peneliti bisa menaksir masa letusan berikutnya jika penelitian gunung api Sumatera lebih intensif.

    Volcanic Explosivity Index (VEI)

    Skala 0 : Nikaragua pada 1570
    Skala 1 : Poás (Kosta Rika) pada 1991
    Skala 2 : Ruapehu (Selandia Baru) pada 1971
    Skala 3 : Nevado del Ruiz (Kolombia) pada 1985
    Skala 4 : Pelée (West Indies) pada 1902
    Skala 5 : Saint Helens (Amerika Serikat) pada 1980
    Skala 6 : Krakatau (Indonesia) pada 1883
    Skala 7 : Tambora (Indonesia) pada 1815
    Skala 8 : Toba (Indonesia), Plestosen, 77 ribu tahun lalu

    ANTON WILLIAM

    Terpopuler:
    Samsung Kalah Gugatan, Android "Deg-Degan"

    Harus Bayar US$ 1 Miliar, Samsung Bertekad Melawan

    Google Translate Bisa Terjemahkan Teks dalam Foto

    10 Terpopuler Tempo.co dan Yahoo!

    Apple Vs Samsung, Menanti Putusan Juri

    Gates Sponsori Toilet Ramah Lingkungan

    Mengapa Volume Otak Penderita Depresi Mengecil?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.