Senin, 19 November 2018

Hari Ini, Komponis Jerman Clara Schumann Muncul di Google

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Clara Schumann

    Clara Schumann

    TEMPO.CO, Jakarta - Google Doodle hari ini muncul dengan gambar seorang wanita, di kelilingi delapan anak, sedang memainkan tuts piano. Tampilan itu merupakan penghargaan terhadap komponis berkebangsaan Jerman, Clara Josephine Wieck Schumann.

    Wanita kelahiran Leipzig, Saxonia Barat, 13 September 1819, ini merupakan musisi besar di era musik romantis. Isteri Robert Schumann ini meninggal 20 Mei 1896. Di usia delapan tahun, anak dari pasangan Friedrich dan Marianne Wieck ini tampil dalam acara Dr Ernst Carus, direktur rumah sakit jiwa di Colditz Castle. Di sinilah dia bertemu pianis muda berbakat, suaminya.

    Clara konser dunia pada usia 61 tahun, mengubah format dan repertoar dari resital piano dan selera musik saat itu. Clara dan suaminya membantu kepopuleran Johannes Brahms. Ia pianis pertama yang membawakan karya Brahms dalam sebuah pertunjukan publik.

    Pada 8 November 1830, Clara pertama kali tur konser ke Paris dan kota-kota Eropa bersama ayahnya. Dia menggelar konser solo pertamanya di Gewandhaus, Leipzig. Di Weimar, ia menampilkan lagu bravura yang dipersembahkan untuk Goethe. Hingga memikat Niccolò Paganini yang kemudian menawarkan diri tampil bersama Clara.

    Sepanjang hidupnya Clara menghasilkan karya antara lain: 9 Caprices en forme de valse, Romance variée (C), Valses romantiques, Impromptu (G) "Souvenir de Vienne", Volkslied, Scherzo #2 (c), Sonata (g): 1 Allegro; 2 Adagio con espressione e ben legato; 3 Scherzo; Trio; 4 Rondo, dan 3 (Prélude & Fugue)s: (1 (g): 1 prélude; 2 fugue); (2 (B–): 1 prélude; 2 fugue); (3 (d): 1 prélude; 2 fugue), serta Piano Trio in G minor: 1 Allegro moderato; 2 Scherzo, Tempo di menuetto; 3 Andante; 4 Allegretto.

    WIKIPEDIA | GOOGLE | BERBAGAI SUMBER

    Berita Terpopuler
    Basis RIM di Indonesia Melemah Tergerus Android

    Yang Diharapkan Ada di iPhone 5

    Dinosaurus Bukan Satu-satunya yang Punah Massal

    Menyulap Sampah Kayu Jadi Listrik

    Virtualisasi Desktop, Kerja Tak Harus di Kantor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.