Senin, 19 November 2018

Robot Seniman Angklung Tampil di ICT Award 2012  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saung Angklung Udjo. TEMPO/Prima Mulia

    Saung Angklung Udjo. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Seniman ini tak berbentuk manusia atau humanoid. Dia hanya sebuah rangkaian angklung dalam sebuah rak yang dilengkapi motor dan microcontroller. Semua rangkaian ini terhubung ke perangkat komputer. Namun kehebatannya memainkan angklung tak kalah dari manusia.

    Seniman ini diberi nama Klungbot, sebuah robot yang bisa memainkan angklung. Dia bisa memainkan musik PC tablet atau ponsel cerdas dalam file MIDI secara otomatis. Dua tahun lalu, Klungbot menjadi juara ICT Award. Kini Klungbot kembali tampil di acara ICT Award 2012 di Jakarta Convention Center. Dari keahliannya, keluar suara Symphony No. 40 besutan komponis legendaris Mozart dari ansambel angklung ini.

    Selama dua tahun itu, Klungbot sudah melalui beberapa perbaikan. Versi pertama Klungbot menggunakan robot Lego yang hanya bisa memuat angklung dalam jumlah sedikit. Versi terkini dapat memuat angklung dalam jumlah lebih banyak, dengan suara motor yang diperhalus.

    "Selain itu, Klungbot juga telah memainkan tangga nada do re mi," kata Seno Nugroho, konstruktor Klungbot, ketika ditemui dalam ekshibisi Indonesia ICT Award (Inaicta) di JCC, Jakarta, Sabtu, 15 September 2012.

    Klungbot, yang dibuat atas kerja sama Saung Udjo dan Astra, sudah bisa dipesan untuk umum. Klungbot dilepas dengan harga Rp 5 hingga 30 juta, bergantung pada besar rangkaian angklung. "Biasanya yang memesan Klungbot seperti hotel atau institusi yang bergerak di pariwisata," ujar Seno.

    Pembuatan Klungbot merupakan ide Eko Mursito, dosen teknik fisika Institut Teknologi Bandung. Eko kala itu kerap melewati Saung Udjo. Ia mendengar alunan suara angklung dari tempat tersebut. Karena Eko menekuni bidang robotika, tercetuslah ide pembuatan robot seniman angklung ini.

    RATNANING ASIH

    Berita Terpopuler
    Ular Ini Bertelur dan Tetap Perawan

    Dua Otak di Belakang Desain Sony

    Mengapa Paus Mengalami Menopause?

    Hari Ini, Komponis Jerman Clara Schumann di Google

    Yahoo Segera Kantongi Dana Segar Untuk Ekspansi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.