Selasa, 23 Oktober 2018

Astronom Amatir Temukan Planet dengan Empat Matahari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Planet. AP/NASA JPL-Caltech

    Ilustrasi Planet. AP/NASA JPL-Caltech

    TEMPO.CO, London - Gencar diberitakan, para astronom telah menemukan sebuah planet yang diterangi empat matahari berbeda. Planet semacam ini baru pertama kali ditemukan.

    Siapa penemu pertamanya? Bukan para ahli, tapi justru dua sukarelawan yang mengunjungi situs Planethunters.org. Tim dari Inggris dan Amerika Serikat itu kemudian menindaklanjutinya dengan pengamatan yang dilakukan menggunakan Observatorium Keck.

    Planet yang berjarak sejauh kurang 5.000 tahun cahaya tersebut dinamai planet PH1. Planet ini dianggap sebagai "gas raksasa" yang besarnya sedikit di atas Neptunus dan enam kali ukuran bumi.

    PH1 ditemukan oleh dua astronom amatir AS, Kian Jek dari San Francisco, dan Robert Gagliano dari Cottonwood, Arizona.

    Mereka melihat kedipan samar dalam cahaya yang disebabkan oleh planet yang melintas di depan bintang induknya. Tim astronom profesional kemudian mengkonfirmasi penemuan menggunakan teleskop Keck di Mauna Kea, Hawaii.

    Didirikan pada 2010, Planethunters.org bertujuan memanfaatkan pengenalan pola manusia untuk mengidentifikasi transit di data publik yang dikumpulkan teleskop luar angkasa Kepler milik NASA. Kepler diluncurkan pada Maret 2009 untuk mencari planet mirip bumi yang diorbit bintang lain.

    Pengunjung situs Planet Hunters memiliki akses ke data yang dipilih secara acak dari salah satu bintang sasaran Kepler. Sukarelawan diminta menggambar kotak untuk menandai lokasi transit yang terlihat--ketika sebuah planet lewat di depan bintang induknya.

    "Semuanya ada empat bintang, menciptakan lingkungan yang sangat rumit. Namun, semua ada di orbit yang tampaknya stabil," kata Dr Chris Lintott, dari Universitas Oxford, kepada BBC News. "Itu benar-benar membingungkan, yang merupakan salah satu hal yang membuat penemuan ini begitu menyenangkan."

    Binary star, atau bintang berpasangan, adalah sistem dalam tata surya di mana dua bintang mengorbit di sekitar satu massa secara bersamaan. Menurut situs BBC, sistem ini jarang ditemukan.

    Dr Lintott mengatakan sebenarnya ada enam planet lain di sekitar bintang ganda, dan mereka semua cukup dekat jaraknya satu sama lain. "Planet-planet terbentuk dalam posisi berdekatan dan mampu berpegang teguh pada orbit yang stabil. Itu mungkin memiliki implikasi terkait dengan bagaimana planet terbentuk di tempat lain," katanya.

    BBC | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.