Menangkis Asteroid dengan Peluru Cat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asteroid. dailymail.co.uk

    Asteroid. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO , Massachusetts: Peluru cat yang biasa digunakan untuk simulasi perang ternyata dapat digunakan untuk menyelamatkan bumi dari ancaman asteroid. Cukup dua lemparan jitu ke arah benda antariksa itu, asteroid yang semula mengarah ke bumi dapat dibelokkan.

    Gagasan memakai peluru cat guna menghalau asteroid ini diajukan oleh Sung Wook Paek, seorang mahasiswa Massachusetts Institute of Technology (MIT). Paek mengatakan bahwa asteroid yang telah dilumuri cat putih akan merefleksikan cahaya matahari dan perlahan foton yang memantul dari permukaan batu itu akan menciptakan daya yang cukup guna mendorong asteroid keluar dari jalur lintasannya sedikit demi sedikit.

    Mahasiswa Department of Aeronautics and Astronautics di MIT itu mengatakan, jika pengaturan waktunya tepat, peluru-peluru yang dipenuhi dengan serbuk cat dapat menutupi seluruh permukaan asteroid, baik depan maupun belakangnya. Peluru cat itu dapat dilontarkan dalam dua babak, dari sebuah wahana antariksa yang terbang dalam jarak dekat dengan asteroid.

    Menutupi seluruh permukaan asteroid dengan cat ini sangat penting karena bisa melipatgandakan refleksivitasnya atau albedo—fraksi radiasi elektromagnetik yang dibiaskan oleh permukaan benda antariksa. Tak hanya itu, daya awal dari peluru akan menghantam asteroid, dan setelah beberapa lama, foton dari cahaya matahari akan semakin jauh menggeser asteroid dari lintasannya.

    Proposal Paek mengupas secara terperinci strategi unik yang memenangi “Move an Asteroid Competition 2012”. Acara yang disponsori oleh Space Generation Advisory Council Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menghimpun berbagai solusi kreatif dari para pelajar dan profesional muda terhadap berbagai masalah yang terkait dengan antariksa. Paek mempresentasikan makalah teknisnya di International Astronautical Congress di Naples, Italia, akhir Oktober lalu.

    Tantangan yang diberikan dalam kompetisi yang telah digelar keempat kalinya ini adalah mengidentifikasi solusi baru yang dapat menghalau obyek yang mendekati bumi, seperti asteroid, dengan aman.

    Para ilmuwan telah mengusulkan beragam metode guna mencegah asteroid menabrak bumi. Sejumlah proposal mengusulkan misi bunuh diri dengan menabrakkan roket atau wahana antariksa ke asteroid tersebut. Saat ini, badan antariksa Eropa (ESA) juga tengah menggodok kemungkinan digelarnya misi semacam itu.

    Metode lain yang diusulkan adalah meledakkan sebuah bom nuklir di dekat asteroid. Ada pula yang mengusulkan pembuatan wahana antariksa khusus yang berfungsi sebagai traktor gravitasi dan menggunakan medan gravitasi wahana tersebut guna menarik asteroid keluar dari lintasannya.

    Strategi peluru cat Paek pada dasarnya dibangun dari sebuah solusi yang diajukan juara kompetisi tahun lalu, yang mengusulkan penggunaan awan peluru padat guna menggeser arah lintasan asteroid. Paek muncul dengan proposal yang hampir sama. Dia menambahkan cat ke dalam peluru guna memanfaatkan tekanan radiasi surya, yaitu gaya yang diberikan oleh foton matahari kepada sebuah obyek.

    Peneliti telah mengobservasi bahwa tekanan dari sinar matahari dapat mengubah orbit satelit geosynchronous, yaitu satelit dengan periode orbital yang sama dengan periode rotasi bumi. Peneliti lain mengusulkan agar wahana antariksa dilengkapi dengan layar yang dapat menangkap radiasi surya, mirip seperti layar perahu menangkap angin.

    Dalam proposalnya, Paek menggunakan asteroid Apophis sebagai uji kasus teoretis. Berdasarkan observasi astronomis, batu berbobot 27 juta ton itu kemungkinan akan mendekati bumi pada 2029, dan kembali lagi pada 2036.

    Menurut Paek, sedikitnya butuh lima ton cat untuk menutupi seluruh permukaan asteroid raksasa yang berdiameter 450 meter tersebut. Dia menggunakan periode rotasi asteroid guna mengetahui kapan saat yang tepat melontarkan cat sehingga peluru cat pertama akan menutup bagian depan asteroid dan tembakan kedua menyelimuti bagian belakang batu antariksa itu.

    Begitu mengenai permukaan asteroid, peluru akan meledak dan pecah. Cat di dalamnya akan muncrat dan melapisi batu angkasa luar itu dengan lapisan cat setebal lima mikrometer.

    Berdasarkan perhitungannya, Paek memperkirakan, setidaknya butuh waktu 20 tahun agar efek kumulatif radiasi surya berhasil menarik asteroid keluar dari lintasan yang mengarah ke bumi. Dia mengatakan bahwa peluncuran peluru dengan roket biasa mungkin bukan pilihan yang ideal karena proses keberangkatan yang penuh guncangan dapat memecahkan muatannya.

    Sebaliknya, Paek membayangkan peluru catnya itu dibuat langsung di antariksa, seperti di atas dek Stasiun Antariksa Internasional (ISS). Setelah peluru dibuat, sebuah wahana lain dapat mengangkat beberapa butir peluru dan menjatuhkannya ke atas asteroid.

    Paek menambahkan bahwa substansi yang dapat digunakan sebagai peluru bukan cuma cat. Kapsul peluru, misalnya, dapat diisi dengan aerosol.

    “Ketika ditembakkan ke asteroid, aerosol dapat mengirimkan gaya tarik udara terhadap asteroid tersebut sehingga gerakannya melambat,” kata Paek. “Anda hanya perlu mengecat asteroid itu sehingga Anda bisa melacaknya dari teleskop di bumi dengan mudah. Jadi ada manfaat lain dari metode ini.”

    Lindley Johnson, Manajer Program Pengamatan Obyek Dekat Bumi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menilai proposal Paek adalah variasi inovatif dari metode pemanfaatan tekanan radiasi matahari yang sebenarnya telah banyak digunakan. MESSENGER, sebuah wahana antariksa yang mengorbit Merkurius, misalnya, juga dilengkapi dengan layar surya yang mendorong pesawat itu bergerak maju dengan tekanan radiasi matahari. Pemakaian layar itu mengurangi bahan bakar yang diperlukan guna menghidupkan wahana tersebut.

    “Penting sekali kita mengembangkan dan menguji sejumlah teknik pembelokan ini sehingga kita tahu bahwa kita memiliki peralatan mumpuni yang siap diimplementasikan ketika kita menemukan ada asteroid di lintasan tumbukan dengan bumi,” kata Johnson.

    William Ailor, perekayasa utama Aerospace Corp di El Segundo, California, menambahkan bahwa potensi tabrakan dengan asteroid merupakan tantangan jangka panjang bagi para ilmuwan dan perekayasa. “Tipe analisis seperti ini benar-benar tepat waktu karena ini adalah sebuah masalah yang pada dasarnya selalu kita hadapi selamanya,” kata Ailor. “Bagus bila anak muda memikirkan hal itu dengan detail, saya amat salut.”

    TJANDRA DEWI | MIT


    Terpopuler:
    Obama Cetak Rekor di Twitter dan Facebook

    Lubang Hitam Ditemukan di Pedang Orion

    86 Persen Software Microsoft di Indonesia Bajakan

    Kali Ini, Apple Menggugat Samsung dan Google 

    Jepang Tawarkan Teknologi Cegah Banjir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.