Menyiasati Buku Gratis Lewat Iklan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto: BOOKTRACK

    Foto: BOOKTRACK

    TEMPO.CO, Jakarta - Asisten Manajer Channel Support, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Ardian Syam, mengatakan ada dua sumber pendapatan dari penjualan buku-buku digital di QBaca, yaitu harga buku dan pemasangan iklan.

    Untuk pemasangan iklan, Telkom akan memanfaatkan Infomedia, salah unit bisnis, untuk mengail iklan dari merek-merek yang bersedia memasang iklan di dalam buku.

    Untuk iklan, Telkom sedang menggarap apakah akan menggunakan mekanisme biaya pemasangan iklan ditentukan lewat jumlah pengeklikan iklan atau tiap kali iklan itu muncul.

    "Potensi pemasukan dari iklan ini cukup besar," kata dia. Hasil pemasukan dari tiap iklan yang muncul di tiap buku akan dibagi dengan penerbit. Penerbit lalu membagi hasilnya dengan penulis.

    Untuk itu, pemasangan iklan di buku baru bisa dilakukan jika sudah ada izin tertulis dari penerbit maupun penulis. Menurut dia, sistem iklan ini bakal bisa membantu penerbit untuk menawarkan bukunya secara gratis kepada para pengguna.

    Mengenai besaran persentase pembagian iklan, Ardian mengatakan nilainya belum bisa diungkapkan. Saat ini ada beberapa penerbit buku yang telah menjalin kerja sama, seperti Mizan, Grafindo, dan Ventera Pustaka. "Targetnya sekitar 700 penerbit buku menjual buku digitalnya di QBaca," kata dia.

    Menurut Ika Puji Asmara, manajer promosi dan pemasaran Mizan, untuk pelaksanaannya, penerbit harus mendapat izin dari masing-masing penulis. "Karena tidak semua penulis bersedia bukunya dipasangi iklan," kata dia.

    Dalam prakteknya, Ardian menambahkan, setiap buku akan memiliki sejumlah slot untuk tempat munculnya iklan. Pengunduh buku digital bakal melewati halaman berisi iklan itu saat dia membuka halaman demi halaman sebuah buku.

    Isi iklan akan disesuaikan dengan tema buku tempat iklan dipasang. Ini dilakukan agar pembaca tidak merasa terganggu dengan iklan yang tidak sesuai dengan tema yang sedang dibacanya.

    Pemasangan iklan bersifat multimedia juga bisa dilakukan karena format buku menggunakan format standar EPUB3, yang memungkinkan file audio dan video terpasang di dalam buku.

    BUDI RIZA

    Berita Lainnya:
    Kenalkan, Printer untuk Para Fotografer 

    Game Pad Wii U 

    Cina Keluarkan Izin Penjualan iPhone 5

    Zynga dan Facebook Perbarui Perjanjian Kerja Sama

    Layar Dicopot, Jadilah Tablet


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.