Bagaimana Membaca Kalender Suku Maya soal Kiamat?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kalender suku Maya. astronomie.skyrock.com

    Kalender suku Maya. astronomie.skyrock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalendar suku Maya dalam dua pekan terakhir menjadi buah bibir warga dunia. Penyebabnya adalah kesalahan interpretasi atas tanggal 21 Desember 2012 yang dianggap sebagai kiamat. Hanya karena tak ada tanggal setelah 21 Desember bagi kelender suku Maya, maka banyak orang memprediksi bahwa tanggal 22 Desember adalah akhir dunia. Padahal, menurut sesepuh suku Maya, justru kalendar Maya akan mengalami siklus tahunan yang terbaru setelah 21 Desember.

    Lalu, sebenarnya bagaimana membaca kalender suku bangsa yang tinggal di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan ini? Suku bangsa Maya menciptakan sistem matematika mereka sendiri. Mereka menggunakan rangkai titik dan garis untuk mengidentifikasi angka. Satu titik sama dengan satu unit, lalu satu baris sama dengan lima unit. Terakhir ada kerang yang merefleksikan angka nol.

    Jika angkanya sudah di atas 10, membacanya harus ke bawah atau vertikal. Berbeda dengan angka latin yang membacanya ke kanan atau horizontal. Untuk angka 27, misalnya, dalam tulisan suku Maya akan terlihat tiga titik hitam membentuk segitiga dan satu garis. Artinya, satu garis bernilai lima, lalu dua titik di atasnya bernilai dua. Terakhir, satu titik di baris kedua berarti puluhan kedua, yang artinya 20.

    Sistem matematika suku Maya untuk angka 10 hingga 19 menggunakan dua baris dan titik. Jadi, untuk 12 akan ada dua baris dan titik dua, 18 akan ada tiga baris dan titik tiga. Penggunaan angka berbeda dengan simbol untuk kalendar suku Maya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.