Senin, 24 September 2018

Wow, Basa Bali Ada di Google Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • google.com

    google.com

    TEMPO.CO , Jakarta:Google Indonesia menampilkan bahasa Bali dalam mesin pencariannya. Pilihan bahasa ini bisa ditemui pengguna internet dengan mengunjungi Google.co.id. Bahasa Jawa sebelumnya juga ditampilkan oleh Google.

    Google Indonesia Head of Country, Rudy Ramawy mengatakan, pencantuman bahasa daerah dalam mesin pencari merupakan upaya Google Indonesia untuk melestarikan warisan Nusantara. Bahasa Bali dipilih karena bahasa daerah ini dipakai oleh 4 juta orang.

    "Kami berharap bahasa Bali di Google akan memudahkan lebih banyak pengguna internet untuk menemukan informasi yang dibutuhkan," kata Rudy, Jumat, 15 Februari 2013.

    Google Indonesia bekerja sama dengan 45 mahasiswa dan para ahli bahasa daerah program memasukkan Basa Bali ke halaman depan mesin pencari ini. Para ahli bahasa itu berasal dari Universitas Udayana, Yayasan Dwijenda, serta BASAbali.org. Penerjemahan sendiri dilakukan pada Maret-April 2012.

    Windhu Sancaya, kepala ahli bahasa BASAbali.org, menyebut pencantuman Basa Bali pada mesin pencari Google sebagai kemajuan luar biasa bagi masyarakat Pulau Dewata. Apalagi pada saat ini, kian banyak anak muda berselancar di internet. "Semoga bahasa daerah di Google dapat menciptakan kesadaran bagi mereka untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa Bali, di tengah-tengah globalisasi," kata Windhu.

    Opsi bahasa Bali tersedia pada halaman muka Google dan hasil pencarian. "Namun bahasa Bali tidak akan menjadi salah satu bahasa di Google Translate," ujar Rudy.

    CORNILA DESYANA

    Baca juga
    Begini Jejak Anak Bos PKS di Kasus Daging Impor

    Status Anas Menggantung, BW: Ora Usah Kesusu

    KPK Cegah Anak Ketua Dewan Syuro PKS?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep