Badan Atom India Bikin Magnet Terbesar Sejagat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi magnet. Sxc.hu/Nayan Deshmukh

    Ilustrasi magnet. Sxc.hu/Nayan Deshmukh

    TEMPO.CO, New Delhi - Badan Atom India (Bhabha Atomic Research Centre) sedang mengembangkan magnet terbesar sejagat. Menurut laporan media lokal, The Times of India, Jumat, 8 Maret 2013, berat magnet itu mencapai 50 ribu ton.

    Magnet bikinan India ini diperkirakan beberapa kali lebih besar dibandingkan yang terpasang pada detektor Compact Muon Solenoid milik Badan Nuklir Eropa (CERN) di Jenewa, Swiss.

    Kepala divisi fisika Badan Atom India, Vivek Datar, mengatakan magnet terbesar yang dirancang di markas badan atom di Trombay itu berbahan dasar besi. "Lebih berat dari magnet CERN yang berbobot 4-5 ribu ton," katanya.

    India akan memasang magnet raksasa itu pada instalasi Observatorium Neutrino yang dibangun 4.300 meter di bawah gua di sebuah gunung di selatan negara bagian Tamil Nadu.

    Naba Mondal, juru bicara kepala proyek observatorium di Tata Institute of Fundamental Research (TIFR), mengatakan Observatorium Neutrino akan menjadi fasilitas utama bagi penelitian di bidang ilmu-ilmu dasar. "Fasilitas ini akan membantu para ilmuwan dan mahasiswa di bidang fisika partikel, astrofisika, dan ilmu ruang," ujarnya.

    Observatorium akan mulai dibangun dalam 6-8 bulan mendatang dan ditargetkan rampung pada 2018. Sekitar 100 ilmuwan dan 26 lembaga--pusat riset dan universitas--menjadi bagian dari proyek ambisius pemerintah India tersebut. Simak berita iptek lainnya di sini.

    TIMES OF INDIA | MAHARDIKA SATRIA HADI

    Baca juga:
    Begini Asal-usul Pria dalam Silsilah Manusia

    Dongkrak Riset, Yohanes Surya Dirikan Universitas

    Akibat Malware, Perusahaan Rugi US$ 114 Miliar

    Google Doodle Peringati Hari Perempuan Sedunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.