Rabu, 21 November 2018

Bakteri Juga Bisa Ketagihan Kafein  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Austin - Jangan dikira hanya manusia yang bisa ketagihan kafein. Bakteri Escherichia coli juga bisa bernasib sama. Ini dibuktikan oleh penelitian Jeffrey E. Barrick yang merekayasa materi genetik E. coli sehingga menjadi kecanduan senyawa adiktif yang terkandung dalam kopi tersebut.

    Penelitian Barrick dan rekan-rekannya bertujuan untuk mendeteksi tingkat pencemaran limbah serta pembuatan obat alami untuk penyakit asma. Universitas Texas dan Universitas Iowa mendanai penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ACS Synthetic Biology ini.

    Barrick mencatat bahwa kafein dan senyawa kimia lainnya yang terkait telah menjadi polutan air yang signifikan. Kafein digunakan secara luas dalam kopi, soda pop, teh, minuman energi, cokelat, dan obat-obatan tertentu.

    "Obat untuk asma dan penyakit paru-paru lainnya juga menggunakan kafein sebagai salah satu bahannya," kata Barrick seperti dikutip laman Sciencedaily, Senin 1 April 2013.

    Para ilmuwan telah mengetahui bahwa bakteri tanah alami, Pseudomonas putida CBB5, mampu bertahan hidup pada kafein dan dapat digunakan untuk membersihkan senyawa adiktif yang bisa menjadi polutan tersebut. Nah, Barrick dan rekan-rekannya mencoba mengambil gen dari P. putida yang berfungsi membentuk dan memecah senyawa kafein lalu memindahkannya ke dalam tubuh E. coli--jenis bakteri yang mudah ditangani dan dikembangbiakkan.

    Penelitian menunjukkan E. coli hasil rekayasa genetik dapat digunakan untuk dekafeinasi dan mengukur kandungan kafein dalam makanan dan minuman. Pengembangan lebih lanjut dapat dimanfaatkan untuk membuat paket gen buatan guna menguraikan kafein dan memindahkannya ke mikroba lainnya.

    "Ketika gen disisipkan ke E. coli tertentu, hasilnya bakteri itu secara harfiah kecanduan kafein," ujar Barrick.

    Paket gen buatan bisa digunakan untuk merehabilitasi lingkungan, misalnya, sebagai sensor untuk mengukur kadar kafein dalam minuman. Teknik ini, menurut Barrick, berperan untuk menjaga dan memulihkan kadar nutrisi produk samping dari pengolahan kopi serta untuk menghemat biaya produksi obat-obatan.

    SCIENCEDAILY | MAHARDIKA SATRIA HADI


    Berita Terpopuler:

    Kasus Cebongan, Ketika Detektif Dunia Maya Beraksi 

    Kronologi Idjon Djambi Perlu Dikonfrontasikan

    Pelaku Penyerangan Penjara Sleman Mulai Terkuak

    Malam Jahanam di Cebongan

    'Jangan Terpancing Cebongan versi Idjon Djanbi' 

    Akun Idjon Djanbi Bisa Ubah Persepsi Publik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.