Bercocok Tanam di Mars Untuk Misi 2030

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ini diambil oleh kamera panorama Rover Spirit yang mengeksplorasi Mars. Gambar ini menunjukkan dataran Mars barat daya dari lokasi pendaratan alat jelajah. Tidak banyak variasi di permukaan Mars ini, meski terlihat tanjakan sekitar 7-8 km di cakrawala. EDITORIAL USE ONLY (CREDIT : REUTERS/NASA) yahoo.com

    Foto ini diambil oleh kamera panorama Rover Spirit yang mengeksplorasi Mars. Gambar ini menunjukkan dataran Mars barat daya dari lokasi pendaratan alat jelajah. Tidak banyak variasi di permukaan Mars ini, meski terlihat tanjakan sekitar 7-8 km di cakrawala. EDITORIAL USE ONLY (CREDIT : REUTERS/NASA) yahoo.com

    TEMPO.CO, Washington- Manusia pertama yang tinggal di Mars mungkin bukan astronot, tapi petani. Untuk membangun pemukiman di planet merah itu, pengunjung harus mempelajari cara mendapatkan pangan. Menurut ahli, bercocok tanam merupakan hal paling penting.

    "Salah satu hal yang setiap petani akan ketahui yaitu bahwa memproduksi makanan di Mars merupakan hal berat "Salah satu hal yang setiap petani akan ketahui yaitu bahwa memproduksi makanan di Mars merupakan hal berat," kata Penelope Boston, Direktur Cave and Karst Studies Program di New Mexico Institute of Mining and Technoloy dalam Konferensi Tingkat Tinggi Manusia Mars di George Washington University, 7 Mei 2013. "Ini bukan urusan sepele."

    "Penduduk Mars nantinya harus mengetahui tentang hal ini untuk memastikan kelangsungan hidupnya," Boston menambahkan.

    NASA tengah meneliti cara bercocok tanam di Mars. Penelitian itu untuk menyesuaikan target pendaratan pertama penduduk Mars pada pertengahan 2030. Penelitian di International Space Station (ISS) menyarankan penduduk Mars menanam tumbuhan yang bisa tumbuh dalam gravitasi mikro. Para ilmuwan belum mengetahui apakah berkurangnya gravitasi di Mars mempengaruhi tanaman.

    Permukaan Mars mendapatkan sekitar setengah cahaya matahari. Selain itu, Mars tertutupi oleh tekanan rumah kaca yang akan menghalangi tumbuhan untuk mendapatkan cahaya matahari. Jadi, dibutuhkan energi suplemen. Untuk menyuplai kebutuhan cahaya dibutuhkan banyak energi.

    "Dari segi sistem teknik yang dibutuhkan, bukanlah hal yang sulit," kata D. Marshall Porterfield, direktur Life and Physical Sciences di NASA. "NASA telah mempelajari penggunaan lampu LED untuk memberikan cahaya dalam jangka panjang pada tumbuhan." (Baca: Melarihkan di Mars, Mungkin)

    Petani di Mars juga harus mengetahui tentang radiasi. Planet merah itu kekurangan atmosfer pelindung. Jadi, partikel dari luar angkasa bisa masuk ke permukaan Mars dan bisa merusak tumbuhan dan manusia. Jadi, diperlukan sejenis pelindung untuk tanaman. (Baca: 78 Ribu Orang Terdaftar Pindah ke Mars)

    Menurut para ilmuwan, meski sangat menantang, bercocok tanam di Mars akan bisa terwujud.

    FOX NEWS | APRILIANI GITA FITRIA

    Topik Terhangat:
    PKS Vs KPK
    | E-KTP |Vitalia Sesha |Ahmad Fathanah |Perbudakan Buruh


    TEKNO
    Terpopuler

    Jumat Pagi Terjadi Gerhana Matahari

    BlackBerry Messenger Hadir di Android dan IOS 
    Gerhana Matahari Lebih Jelas di Indonesia Timur 
    Ini Cara Mengamati Gerhana Matahari  



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.