Phoneblok: Rakit Sendiri Ponsel Sesuai Kebutuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ponsel pintar Phoneblocks. Stuff.co.nz

    Ponsel pintar Phoneblocks. Stuff.co.nz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ponsel memang diciptakan untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Akan tetapi, masih banyak pengguna yang tidak menggunakan ponselnya secara maksimal. Ponsel yang tersedia di pasaran baru-baru ini kadang masih memiliki "kelemahan" di mata penggunanya.

    Namun, bagaimana jika Anda bisa merakit sendiri kegunaan ponsel untuk berbagai aktivitas? Akankah pengguna bakal lebih puas? Ide inilah yang sedang dikerjakan oleh seorang pekerja desain elektronik asal Belanda, Dave Hakkens. Dia menciptakan Phoneblok. Proyek yang masih prototype ini nantinya akan membuat ponsel bisa dibongkar pasang seperti mainan lego.

    "Setiap tahun, ada jutaan ponsel yang 'dibuang' oleh penggunanya karena rusak atau sudah usang. Dalam kasus ini, sebenarnya hanya perlu diperbaiki agar kerjanya lebih baik. Memilih komponen yang terpisah memungkinkan Anda untuk mengatur personalisasi ponsel sesuai kebutuhan, " kata Dave, Selasa, 17 September 2013.

    Phoneblok terbuat dari komponen terpisah yang dapat dipasang secara bersama-sama. Setiap komponen memiliki fungsi tersendiri, termasuk Bluetooth, jaringan WiFi, kamera, layar baru, dan kapasitas penyimpanan. Ketika salah satu komponen "diistirahatkan" atau di-upgrade, Anda bisa menggantinya dengan yang lain.

    Komponen-komponen itu diberi nama blok. Masing-masing blok bisa melekat pada dasar ponsel bagian belakang yang berlubang. Lubang-lubang di belakang ponsel berisi koneksi listrik yang tersambung dengan sistem ponsel.

    Pengguna bisa memilih sendiri blok mana yang ingin lebih diutamakan kegunaannya. Misalnya, Anda ingin kegunaan kamera lebih besar, hanya tinggal mencopot blok yang tak perlu kemudian pasang blok kamera. Susunannya juga bisa diubah seuai ukuran blok dan lahan ponsel. Lubang-lubang pada bagian belakang ponsel akan menyambungkan nirkabel komponen tersebut dengan sistem dalam ponsel.

    Dave mengakui bahwa Phoneblok ini mungkin tidak mengurangi masalah limbah elektronik secara signifikan. Akan tetapi, ia menganggap idenya ini akan lebih menghemat biaya produksi dan lebih ramah lingkungan.

    Sampai saat ini, Phoneblok belum bisa dibeli. Dave berencana akan menunggu sampai calon pengguna benar-benar banyak. Dave juga sedang menantikan mitra perangkat keras untuk produksi ponsel inovatif ini.

    RINDU P HESTYA | DAILY MAIL

    Berita Populer Terkait:
    Ini Sejarah Penting BlackBerry
    9 Juta iPhone Ludes dalam 3 Hari
    Tikus Berduri, Spesies Tikus Baru Indonesia 
    Uji Jaringan 4G di Bali, XL Gandeng Huawei
    Begini Lalu Lintas Udara pada 2032


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.