Edison, Komputer Mini Buatan Intel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Intel Asia-Pacific mengeluarkan prosesor Intel Atom mikro di Manila,(04/09). AFP PHOTO

    Intel Asia-Pacific mengeluarkan prosesor Intel Atom mikro di Manila,(04/09). AFP PHOTO

    TEMPO.CO, Las Vegas - Saat ini, komputer paling kecil yang dikenal adalah Rasberry Pi. Namun, Intel menantang Rasberry dengan Intel Edison. Komputer ini dikenalkan Brian Krzanich, CEO Intel, dalam perhelatan Consumer Electronic Show, di Las Vegas, Selasa, 7 Januari 2014.

    Komputer ini ukurannya hanya sebesar kartu penyimpanan SD card. Walaupun mini, isinya hampir sebanding dengan laptop. Edison memiliki prosesor dual-core berbasis Quark SOC dan memiliki clock 400 MHz, berarsitektur 22nm serta daya yang dibutuhkan sangat rendah.

    Koneksinya bisa melalui Bluetooth dan Wi-Fi. Komputer Edison berjalan pada sistem operasi Linux dan bahkan memiliki toko aplikasi sendiri yang dirancang khusus oleh Intel untuk komputer mini.

    Intel memamerkan komputer ini bisa digunakan pada perangkat yang melekat di tubuh (wearable gadget). Intel menjajalnya dalam konsep Nursery 2.0, yang ditempelkan pada pakaian bayi agar bisa memantau suhu, gerak, dan napas bayi. Komputer ini juga bisa ditempelkan pada dot bayi, sehingga bisa menghangatkan susu saat bayi mulai haus dan hendak menyusu.

    Menurut Intel, komputer ini bisa diaplikasikan ke banyak perkakas kehidupan. Namun tampaknya tak diperuntukkan bagi konsumen biasa. Apalagi untuk mengetik tugas kantor. Intel mungkin hanya memasarkannya untuk para pengembang aplikasi atau mereka yang bekerja di seputaran teknologi.

    Nur Rochmi | intel | gsmarena


    Terpopuler
    Anas Sudah di Area Gedung KPK, Kenapa Tak Masuk?
    Bantah ke Cikeas, Denny Tuntut PPI Minta Maaf
    Jokowi Senyum-senyum Dipanggil Calon Presiden
    Pengacara: Silakan KPK Jemput Paksa Anas



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.